Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Ilham Safutra
Sabtu, 28 Agustus 2021 | 20.46 WIB

Penganiayaan Keturunan Asia di Amerika

PROSES HUKUM: Tangkapan layar video sebelum terjadi penganiayaan. (Allex Qomarulla/Jawa Pos) - Image

PROSES HUKUM: Tangkapan layar video sebelum terjadi penganiayaan. (Allex Qomarulla/Jawa Pos)

Jauh sebelum Biden menjadi wakil presiden Barack Obama, publik Amerika sudah tahu bahwa dia sangat antirasialisme. Dan Donald Trump juga paham bahwa dalam konvensi Partai Demokrat untuk memunculkan calon presiden dalam pilpres 3 November 2020, besar kemungkinan Biden akan mengalahkan saingan-saingannya dari Partai Demokrat.

---

DENGAN demikian, Trump sebagai calon pertahana akan berhadapan langsung dengan Biden. Masuk akallah, bila setiap hari selama konvensi Partai Demokrat berlangsung, Trump memaki-maki dengan tujuan untuk menghancurkan Biden. Setelah Biden resmi menjadi capres, maki-makian Trump makin menjadi-jadi.

Dengan gaya demagog tulen, Trump berkali-kali menyatakan bahwa konvensi ini adalah paling gelap, penuh kemarahan, dan suram dalam sejarah Amerika. Dan Trump, sebagai orang kulit putih yang sangat rasis, berusaha membalik fakta bahwa jika Biden menang, rasisme akan merajalela.

Trump tambah marah ketika Biden balik menuduh bahwa dialah sebetulnya yang menciptakan Amerika masuk ke perangkap kegelapan. Lalu, Biden menyatakan akan berjuang dengan sungguh-sungguh untuk keluar dari situasi kegelapan. Kata Biden, selama Covid-19 menerjang Amerika, Trump sama sekali tidak peduli. Dia dan seluruh jajaran serta stafnya di Gedung Putih tidak memakai masker dan tidak pernah jaga jarak. Akibatnya sangat menyedihkan: rata-rata setiap hari 3 ribu orang meninggal.

Sementara itu, Trump tetap ngotot tidak mau menanggulangi masalah Covid-19 ini. Dia menolak fakta bahwa virus Covid-19 tidak ada, dan selalu mendengung-dengungkan bahwa yang ada adalah ”Chinese virus”, virus jahat asal Tiongkok. Setiap kali dicecar oleh wartawan mengapa dia selalu mengatakan ”Chinese virus”, dengan nada jengkel Trump selalu mengatakan, bukankah virus itu datangnya dari Wuhan, dan bukankah Wuhan itu Tiongkok?

Publik juga mengetahui, begitu menjadi presiden, Donald Trump sering memojokkan nama baik Tiongkok, dan puncaknya adalah deklarasi ”Perang Dagang”. Dengan demikian, sebelum Covid-19 datang, Trump sudah berhasil dalam menciptakan sentimen anti-Tiongkok. Maka, begitu ”Chinese virus” meledak, meledak pulalah kebencian sebagian orang Amerika terhadap Tiongkok. Inilah awal penyiksaan keturunan Asia di Amerika. Sederetan korban penyiksaan keturunan Asia, memang, warga Tionghoa atau yang mirip. Inilah gelombang awal, dan sasaran gelombang-gelombang berikutnya adalah semua keturunan Asia, tanpa peduli dari mana asalnya.

*

Migrasi pertama ke Amerika terjadi pada abad ke-17, ketika di Inggris ada konflik hebat antara kaum puritan dan nonpuritan. Kaum puritan menganggap bahwa agama mereka, sesuai dengan labelnya, ”pure” atau murni. Karena itu, mereka bebas menindas mereka yang agamanya tidak murni. Akhirnya, karena kesewenang-wenangan kaum puritan, dikejarlah mereka oleh orang-orang nonpuritan. Karena kaum puritan tidak tahan menghadapi tekanan, mereka memutusksn untuk hijrah. Gelombang pertama mendarat di Salem, yang sekarang menjadi kawasan Boston, disusul oleh gelombang-gelombang berikutnya. Mereka menganggap tempat baru mereka adalah ”New England” alias Inggris Baru.

Dalam perkembangan berikutnya terbentuklah kelas-kelas sosial di antara mereka, yaitu kelas elite dan kelas nonelite. Mereka beranak pinak, dan akhirnya timbullah slogan khusus untuk para elite, WASP, yaitu White, Anglo Saxon, Protestant. Kulit putih, keturunan Anglo Saxon, dan Kristiani.

Menurut mereka, hanya kaum WASP-lah yang benar-benar Amerika asli, dan lainnya hanyalah pendompleng yang masuk ke Amerika untuk mencari makan. Kalau ditelusur ke belakang, dari sini kelihatan bahwa orang Amerika asli hanyalah mereka yang berkulit putih. Sentimen yang mula-mula dikenakan pada keturunan Tionghoa meluas menjadi sentimen semua keturunan Asia.

*

Lalu, apa yang terjadi ketika ada tanda-tanda bahwa Biden akan menang dalam konvensi Partai Demokrat? Proud Boys, yaitu kelompok supremasi kulit putih Amerika dan Kanada, beramai-ramai datang ke Wilmington, Delaware, kota tempat tinggal Biden, untuk menciptakan ketakutan. Setelah Biden dinyatakan menang, dengan hasutan Trump, kelompok-kelompok anti-kulit berwarna bersatu padu, dan puncaknya adalah penyerangan mereka ke Capitol, Washington, DC, untuk memaksa kemenangan Biden dianulir. Penyerangan ini, sebagaimana diketahui oleh publik, adalah buah kebohongan dan hasutan Trump.

Tokoh penting yang bisa menganulir kemenangan Biden adalah Mike Pence, wakil presiden Trump, mantan gubernur Indiana yang dulu suka jalan-jalan di Bloomington. Kalau Mike Pence tidak mampu menganulir, Mike Pence harus dihadapkan pada regu tembak, itulah seruan mereka yang anti-kulit berwarna. Semua penyerang adalah kelompok supremasi kulit putih, antara lain Proud Boys, QAnon, dan America First Movement. Mereka marah dan penyiksaan terhadap keturunan Asia pun menyala-nyala.

Anehnya, menurut Lembaga Center for the Study of Hate and Extremism, penyiksa keturunan Asia bukan hanya orang kulit putih, melainkan juga orang-orang kulit hitam dan orang-orang Amerika Latin. Mungkin mereka merasa bahwa mereka juga orang-orang asli Amerika, atau mereka hanyalah oknum-oknum berandalan. (*)




BUDI DARMA, Pernah menjadi peneliti ASRC, Hyderahat, India




CATATAN: Esai ini dikirimkan Budi Darma sebelum berpulang pada 21 Agustus 2021 dan menjadi esai terakhir yang Beliau kirimkan ke redaksi Jawa Pos

Editor: Ilham Safutra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore