
W.S. DJAMBAK
Suatu malam, beberapa warga –yang tak lain adalah Paduko dan temannya– melihat sepotong kepala terbang di sela pucuk bambu betung ketika pulang main domino. Sempat meragukan matanya, mereka kemudian berteriak dan mengetuk kentungan bertalu-talu.
Beberapa orang laki-laki dewasa, termasuk Sidin, keluar dari rumah menuju sumber suara lalu bersama-sama mengejar kepala terbang –yang semakin diyakini bahwa segala kegemparan di kampung itu nyata adanya karena ulah palasik.
Palasik terbang melesat hingga melewati sebuah pohon beringin di pemakaman umum, kemudian menghilang. Warga tahu bahwa tak jauh dari tempat itu terdapat hamparan kebun singkong yang dibelakangi oleh rumah Biyai.
Malam itu juga, dikomandoi oleh Sidin, warga beramai-ramai mendatangi pondok Biyai dengan beringas dan segala sumpah serapah. Segala makian dalam bahasa Minang yang terdiri atas berbagai unsur selangkang, nama binatang, hingga sumpah serapah yang tidak ada terjemahan dalam bahasa Indonesia dilontarkan tanpa Biyai bisa melakukan pembelaan.
”Geledah rumahnya!” teriak Sidin.
Warga beramai-ramai menggeledah rumah dan pekarangan Biyai. Barang-barangnya yang tidak seberapa itu dihamburkan dan berserakan ke mana-mana. Mereka tidak menjumpai sesuatu yang mencurigakan hingga salah seorang rombongan menemukan beberapa potong kain putih yang terlipat di dalam lemari pakaian.
”Buat apa kausimpan kain kafan, Setan?”
”Kaupikir buat apa kain kafan? Tentu untuk pembungkus tubuhku ketika mati!”
”Dusta! Akui saja kalau kau menggunakan kain kafan untuk praktik ilmu sesat!”
”Jangan gila! Bagaimana mungkin aku menuntut ilmu hitam jika suamiku sendiri mati karena ilmu hitam?”
Biyai ditarik keluar. Tubuh tuanya yang renta didera dan rambutnya dijambak, mukanya lebam dengan darah yang membasahi kebayanya yang sudah tersingkap separo. Beliau hanya bisa menangis, meratap, dan bersumpah bahwa sekalipun ia tidak pernah menjadi palasik.
”Dasar palasik! Gara-gara kau …”–Sidin menyeka air matanya–”gara-gara kau … anakku ….” Sidin tak kuasa melanjutkan perkataannya. Matanya basah sebab amarah memuncak.
”Usir atau bakar!”
”Tidak! Sumpah demi Tuhan, aku bukan pa—”
”Dusta! Lantas kenapa kau suka mengunjungi orang yang baru melahirkan, termasuk rumahku, kalau bukan untuk menyesap darah bayi?” cecar Sidin.

Resmi! Daftar Line Up Skuad Clash of Legends 2026 Barcelona Legends vs DRX World Legends di GBK
Resmi! Link Live Streaming Clash of Legends 2026 Barcelona Legends vs DRX World Legends di Gelora Bung Karno
Jadwal Clash of Legends Barcelona Legends vs DRX World Legends: Siaran Langsung, Live Streaming dan Daftar Skuad Kedua Tim!
Disiarkan di Televisi? Informasi Lengkap Clash of Legends Jakarta 2026! Patrick Kluivert Siap Comeback di GBK
Jadwal Clash of Legends Jakarta 2026! Duel Epik Barcelona Legends vs DRX World Legends di Gelora Bung Karno
Kick-off Sempat Dimajukan! Ini Jadwal Resmi Persib Bandung vs Arema FC di GBLA
Harga LPG Non Subsidi Naik per 18 April 2026, Cek Daftar Harga Terbarunya!
Kecewa Berat! Francisco Rivera Ungkap Kondisi Ruang Ganti Persebaya Surabaya Usai Kalah dari Madura United
15 Tempat Kuliner di Jogja untuk Sarapan Pagi Paling Murah Meriah tapi Rasa Tetap Istimewa
Heboh Isu Perselingkuhan Istri Ahmad Sahroni dengan Seorang Duda Drummer Band Tahun 90-an, Netizen: Ketahuan Mulu Mesra-mesraan di Publik
