
Wali Kelas XII MIPA H SMAN 78, Jakarta, Rahmi Hidayanti.
"Saya ini tidak menyangka lho kalau Defondha bakal jadi siswa paling berprestasi di Ujian Nasional (UN) ini," kata Wali Kelas XII MIPA H SMAN 78, Jakarta, Rahmi Hidayanti.
Oleh: Sachril Agustin
Ungkapan itu keluar dari mulut wali kelas salah satu anak didiknya yang merupakan siswa berprestasi di wilayah DKI Jakarta dari hasil Ujian Nasional (UN). Pelajar berprestasi itu adalah Defondha Putra Ramadhana yang memperoleh nilai tertinggi di pelajaran IPA.
Meski tak menyangka, Rahmi mengaku bangga atas prestasi yang diraih Defondha. Dia adalah seorang anak yang dinilai tidak menonjol di dalam kelas. Namun, saat UNBK, Defondha mendapatkan nilai tertinggi.
"Defondha adalah anak yang biasa saja, tidak menonjol tapi juga tidak bermasalah. Hal ini justru menjadi surprise bagi saya. Di akhir, Defondha menunjukkan sesuatu yang membanggakan," kata Rahmi, saat ditemui JawaPos.com, di SMAN 78, Jakarta, Jumat (4/5).
Menjadi wali dari banyak siswa, Rahmi mengaku bahwa anak didiknya berisi banyak pelajar yang berprestasi. Tapi, Defondha adalah pengecualian. Dari pandangan matanya, Defondha adalah siswa biasa saja yang tidak menonjol, meski tidak 'nakal' pun tidak pernah masuk ke ruang Bimbingan Konseling (BK) karena membuat masalah.
Sikap Defondha sendiri, menurut Rahmi adalah siswa yang baik, sopan, tidak pernah terlambat, dan tidak pernah absen mengikuti pelajaran sekolah.
Berbicara mengenai prestasi yang diraih Defondha, wali kelas ini mengaku keliru. Dengan tertawa, perempuan berkerudung ini mengaku ada beberapa siswa yang dianggap mampu meraih angka tertinggi.
"Dari mata pelajaran pilihan kejurusan, Defondha memilih Fisika. Dari situ, ia mendapat nilai 100. Tapi untuk nilai Matematika ia masih kalah dengan dua siswa, tapi masih masuk predikat yang tertinggi. Secara keseluruhan, nilai Defondha memang yang paling tinggi. Tapi untuk Matematika, ia masih kalah dengan siswa lain," bebernya sambil tersenyum.
Mata pelajaran Fisika, kata dia, dipilih Defondha karena banyak berisi materi hitung-hitungan. Defondha sendiri, memiliki kemampuan yang baik dalam berhitung. Berbeda dengan Biologi dan Kimia yang materinya lebih kearah teknis dan hafalan.
"Saya lihat Defondha ini memiliki kemampuan yang baik dalam berhitung. Mata pelajaran Fisika sendiri lebih ke hitung-hitungan kan. Nah, Matematika Defondha termasuk baik, mungkin itu alasan dia memilih Fisika sebagai mata pelajaran pilihannya," imbuhnya.
Selain berprestasi, Defondha ternyata ikut kegiatan ekstrakulikuler (ekskul) Paduan Suara. Ekskul Paduan Suara SMAN 78 Jakarta ternyata sudah sampai ke tingkat internasional.
"Jadi Defondha sendiri sudah punya prestasi sampai internasional," terangnya sambil tertawa.
Ke depan, Rahmi mengatakan bahwa Defondha akan melanjutkan pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB) di Fakultas Teknologi Industri. Ia pun bangga dan berharap anak ini bisa berguna untuk Indonesia nantinya.
"Sukses untuk Defondha. Saya berharap dia bisa sukses di masa depan. Tetap semangat!" tutupnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
