Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 April 2018 | 08.10 WIB

Positif Narkoba, Anak Ketua Granat Tak Ditahan? Ini Penjelasan Polisi

Ketua Granat Henry Yosodiningrat - Image

Ketua Granat Henry Yosodiningrat

JawaPos.com - Kepolisian telah menyatakan hasil tes urine anak Ketua Gerakan Nasional Anti-Narkotika (Granat) Henry Yosodiningrat positif. Namun, tidak dilakukan penangkapan terhadap tes tersebut.


Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono menerangkan, pemeriksaan urine tersebut merupakan kegiatan pelayanan dalam pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba. Hal itu bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat dalam melaporkan anggota keluarganya yang menjadi pecandu atau korban penyalahguna narkoba sesuai undang-undang nomor 35 pasal 1, 3 dan 4.


"Kegiatan terhadap anak Hendry  bukanlah kegiatan yang pertama dan satu-satunya. Kegiatan ini sering dilakukan," kata Argo saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (11/4).


Bahkan, kata Argo, Ditnarkoba akan melakukan pemeriksaan tes urine terhadap 100 orang atas permintaan mereka sendiri maupun keluarga pada Sabtu (15/4) nanti.


"Terhadap orang yang meminta tes urine dengan kita, kita serahkan hasilnya untuk ditindak lanjuti apakah di rehab, di lembaga pemerintah atau rehab tradisonil dan rehab keagamaan," ungkapnya.


Lanjut ditambahkannya, hal itu sama dengan pada saat dilakukan operasi kepolisian dan hanya didapatkan hasil tes urine positif maka yang bersangkutan di asessment kemudian diarahkan untuk rehab. Namun, berbeda dengan masyarakat yang melakukan tes urine dan didapati hasil positif.


"Tidak ada apabila masyarakat tertangkap hanya tes urin positif akan diproses sidik kecuali ada bukti lain yang menunjukan ternyata ada barang miliknya di pegang pihak lain atau dia bagian dari peredaran narkoba," tandasnya.


Diwartakan sebelumnya, Ketua Gerakan Nasional Anti-Narkotika (Granat) Henry Yosodiningrat mengatakan, pemeriksaan anak laki-lakinya di Polda Metro Jaya berdasarkan permintaannya sendiri. Pasalnya, dia kerap lagi mendapatkan teror oleh nomor yang tak dikenal dan menyebut anaknya menggunakan narkoba.


"Belakangan ini saya dapat sms gelap yang menyatakan 'jangan sok, berenti lu, anak lu sendiri pake (narkoba)' Akhirnya saya penasaran, saya telepon Ditresnarkoba. Saya ceritakan, tolong dong gimana caranya kalian bisa periksa urine nya," kata Henry saat dihubungi JawaPos.com, Senin (10/4).

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore