Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 April 2018 | 16.59 WIB

414 Pelajar SMKN 4 Jakarta Laksanakan UNBK

Pelajar SMKN 4 Jakarta saat ingin melaksanakan UNBK 2018 - Image

Pelajar SMKN 4 Jakarta saat ingin melaksanakan UNBK 2018

JawaPos.com - Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), serentak dilakukan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada Senin (2/4) pagi. Ujian kali ini pihak pemerintah membaginya menjadi tiga sesi ujian. Sehingga siswa yang mengikuti UNBK bisa lebih fokus dalam mengerjakan soal.


Abdul, salah satu guru dari SMKN 4 Jakarta, sekaligus yang bertugas sebagai Wakil Bidang Kurikulum mengatakan bahwa, siswa tidak akan langsung dipersilahkan masuk ke dalam kelas.


"Mereka akan di transitkan terlebih dahulu ke dalam masjid, yang ada di depan sekolah. Itupun mereka harus hadi 45 menit sebelum ujian berlangsung. Ketika mereka di sana, kepala sekolah nanti akan memberikan sebuah motivasi, pengumuman, atau hal-hal yang diperlukan. Selain itu para siswa juga akan dipersilahkan untuk belajar, solat, ataupun berdoa sebelum ujian," tutur Abdul saat di temui JawaPos.com, di SMKN 4, Senin (2/4).


Sekolah Favorit tersebut yang beralamat di Jalan Rorotan VI, No.1, RT 4/5, Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara tersebut. Telah mempersiapkan segala kemungkinan yang ada saat ujian berlangsung. Salah satunya adalah dengan memberikan instruksi kepada pihak PLN, agar tidak dilakukan pemadaman selama ujian berlangsung.


"Bahkan dari sudin telah memperingatkan pihak PLN akan hal ini. Selain itu kita juga memiliko genset ketika lampu mati, dan kita juga punya UPS untuk menyimpan data siswa ketika ada hal itu. Jadi secara persiapan kita sudah persiapan maksimal," lanjutnya.


Kali ini jumlah peserta yang ikut dalam UNBK di SMKN 4 berjumlah 414 siswa, sedangkan total pengawas ada 30 orang. Pihak SMKN 4 memberikan ruangan sebanyak lima ruangan untuk melakukan UNBK ini. "Jadi karena ada tiga sesi, ada 6 pengawas setiap satu sesi. Mereka juga bukan dari guru sekolah SMKN 4, akan tetapi dari sekolah lain," ungkap Abdul.


Abdul sangat yakin dengan keamanan sistem UNBK ini. Menurutnya kebocoran soal akan sulit dilakukan. Kalaupun ada kemungkinan besar berada dari pusat, bukan dari pihak sekolah. "Sebab dari kita hanya tinggal menerima saja, kalaupin ada dari siswa mungkin memfoto soal. Tapi itu kan tidak mungkin terjadi dalam ujian," tuturnya sumringah.


Untuk UNBK tahun ini pihak SMKN 4, mempersiapkan komputer sekitar 145 komputer. Namun dalam operasionalnya hanya digunakan sebanyak 138 saja. Sesuai dengan jumlah siswa yang ikut dalam ujian tersebut. "Untuk peristiwa yang tidak terduga, seperti aplikasi atau hal teknis. Kita juga ada Proktor dan Teknisi. Kalau Protor ini lebih kepada softwarenya, sedangkan Teknisi lebih kepada hardware," lanjut Abdul.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore