Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Desember 2017 | 18.24 WIB

Ketenaran Kampung Backpacker 'Jalan Jaksa' Mulai Meredup

Suasana di Jalan Jaksa, Jakarta Pusat, terlihat sepi di pagi hari, Kamis (7/12). - Image

Suasana di Jalan Jaksa, Jakarta Pusat, terlihat sepi di pagi hari, Kamis (7/12).

JawaPos.com - Jalan Jaksa sepanjang 400 meter yang terletak di Kelurahan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (7/12) pagi tampak sepi. Tak tampak kehidupan para turis backpacker berlalu lalang. Padahal Jalan Jaksa sangat terkenal dengan tempat para turis mancanegara yang ingin menikmati pesona keindahan Jakarta dengan budget yang relatif murah.


Monumen Nasional (Monas) dan Istana Negara RI di Jalan Medan Merdeka, Gambir, Jakarta Pusat bisa dikunjungi para backpacker dengan menggunakan bajaj atau ojek. Karena lokasinya sangat dekat dengan Jalan Jaksa. Namun, pesona Jalan Jaksa tampak sudah mulai meredup.


Dalam dua tahun terakhir, kampung backpacker itu sudah bukan menjadi primadona para turis mancanegara. Tempat-tempat hiburan dan restoran murah di Jalan Jaksa pun sudah mulai menghilang. Hanya terdapat beberapa Hostel yang memiliki tarif yang murah antara Rp 100 ribu sampai Rp 250 ribu per malam.


JawaPos.com mencoba memasuki beberapa hotel kelas melati yang ada di Jalan Jaksa. Menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2018, hotel disana masih tampak sepi pengunjung. "Masih ada kamarnya pak saat malam tahun baru?" tanya reporter JawaPos.com kepada respsionis hotel dengan tiga lantai itu.


Sontak, mendengar itu resepsionis itu langsung menawarkan kamar yang cukup murah yaitu Rp 100 ribu sampai Rp 250.000. "Langsung saja mba datang kalau mau nginep disini. Ngga perlu pesen dari jauh-jauh hari. Karena masih sepi," tutur pria muda itu.


Pengelola hostel dikawasan itu juga mengeluhkan sepi pengunjung. Menjelang tahun, pesanan kamar di kawasan ini tak pernah ramai (full). Sehingga para tamu bisa datang langsung dan memesan kamar saat malam tahun baru.


Setelah itu, reporter JawaPos.com mencoba menelusuri lokasi lainnya. Restoran KL Village yang menawarkan berbagai makanan ala Melayu, seperti roti canai, nasi goreng, martabak, dan teh tarik masih tutup. Tak hanya pub atau beer house yang menjadi tempat nongkrong para turis itu pun belum buka dan tidak melayani pengunjung.


Salah satu pengelola cafe di Jalan Jaksa, Dodi, 43, mengeluhkan sepinya pengunjung yang datang. Dia mengatakan, tak banyak lagi turis lokal maupun mancanegara yang singgah di lokasi itu. "Sekarang sudah sepi, kalau dulu bule-bule banyak banget kesini. Sekarang paling cuma 5 sampai 7 orang aja tiap malamnya," kata Dodi.


Saat dikonfirmasi kepada Lurah Kebon Sirih, Indarto, mengatakan pihaknya sedang berencana membuat perayaan tahun baru 2018 di kawasan itu. Namun dia belum dapat memastikan kapan tepatnya acara tersebut dilangsungkan.


"Rencana sih mau ada festival Jalan Jaksa, tapi bukan malam tahun baru. Tahun lalu gak ada, terakhir itu 2015, makanya tahun ini mau direncanain lagi nih, tapi belum tau pastinya tanggal berapa," kata Indarto.


Perlu diketahui, pemberian nama Jalan Jaksa karena dahulu pada masa kolonial tempat ini menjadi tempat berkumpulnya para mahasiswa sekolah hukum Rechts Hogeoschool yang terletak di dekat Museum Nasional.


Kini, bukan lagi mahasiswa hukum yang terlihat berkumpul di jalan ini, melainkan para turis mancanegara berpakaian santai, atau yang lebih dikenal dengan nama backpacker yang berbaur dengan masyarakat lokal. Saat ini masyarakat menunggu upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membuat suasana kampung backpacker itu kembali ramai.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore