Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Oktober 2017 | 20.22 WIB

Pakar IT: Video Skandal Hanna UI Dibuat Baru-baru Ini

Hanna Anisa, alumni mahasiswa UI yang disebut-sebut sebagai pemeran video porno itu. - Image

Hanna Anisa, alumni mahasiswa UI yang disebut-sebut sebagai pemeran video porno itu.

JawaPos.com - Video Hanna Anisa yang viral masih menjadi perbincangan hingga saat ini. Satu pertanyaan besar yang belum terjawab sampai sekarang, siapa sebenarnya orang yang menyebarkan adegan ranjang itu ke jagat maya pertama kali?


Pakar Informasi Teknologi (IT) Nathan Gusti Ryan telah menganalisis metadata video tersebut. Hal yang bisa dicari adalah format, frame, bit rate dan media pengambilan video itu sendiri. 


"Dari format, frame, dan bit rate mengindikasikan file yang tersebar itu hasil editing atau olahan lebih lanjut," tutur Nathan kepada JawaPos.com, Jumat (27/10).


Nathan melanjutkan, video yang tersebar tersebut berformat MP4. Dari analisis metadata, kualitas dan kondisi pengambilan gambar, Nathan menyatakan bahwa video itu direkam dengan handycam portable. 


"Kalau handycam keluaran terbaru bisa menghasilkan video berformat MP4. Jadi, video itu dibuat dalam waktu dekat ini sebelum tersebar luas," ungkap pria asal Jember tersebut.


Keyakinan Nathan bahwa adegan itu direkam dengan handycam portable terlihat pada menit ke 1:21 dan 4:45. Pada adegan tersebut terlihat tangan cowok yang berhubungan intim dengan Hanna, mengambil kamera dengan mudah. 


“Jika direkam dengan handphone ditambah mini tripod, si cowok tidak akan semudah itu meraihnya,” papar Nathan.


Dari sana, Nathan juga berkeyakinan bahwa si cowok terlihat sangat senang dan seperti sudah terbiasa dalam pengambilan gambar. 


"Tampak perannya (si cowok) saat memegang kamera. Selanjutnya video itu ditarik ke komputer kemudian di-edit oleh dia," sebut Nathan yang juga founder komunitas underground Gerandong Team White Hacker tersebut.


"Dari berbagai kasus penyebaran video porno, biasanya cenderung si cowok yang berperan aktif sebagai penyebar video," lanjutnya.


Namun, Nathan menyebut bahwa dirinya perlu menggarisi satu hal pada kasus video Hanna ini. Dia menyebut bahwa fenomena perkembangan internet saat ini benar-benar cepat, mudah. 


Untuk mendapat video itu saja, penjelajah dunia maya cuma butuh waktu sekitar 5 menit. Video tersebut juga beredar dengan cepat melalui grup-grup WhatsApp. 


"Dari WA, video itu tersimpan pada memory gadget yang selanjutnya bisa dikirimkan kepada siapa saja dengan mudah dan cepat pula," tandas Nathan.


Nathan mengimbau agar dari kasus ini masyarakat bisa lebih bijak lagi dalam menggunakan gadget, terutama untuk pengambilan foto dan video yang berbau porno. Jangan sampai menyesal setelah foto atau video porno tersebut menyebar kemana-mana.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore