Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 21 Mei 2017 | 17.21 WIB

Cara Warga Pulau Terluar Jakarta Bisa Nikmati Listrik 24 Jam

Petugas Memeriksa mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di pulau sebira, Keulauan Seribu, Jakarta, (16/5) - Image

Petugas Memeriksa mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di pulau sebira, Keulauan Seribu, Jakarta, (16/5)

JawaPos.com – Suku Dinas Perindustrian dan Energi Kepulauan Seribu memberikan genset baru untuk Pulau Sebira pada April lalu. Kapasitasnya 125 kVA. Sebelumnya, pulau itu hanya memiliki satu genset berkapasitas 250 kVA. Tiga genset lainnya rusak terbakar dua tahun silam.

Penjaga PLTD Pulau Sebira Syamsudin Manjago bangga dengan kehadiran genset baru tersebut. Kini, listrik menyala 24 jam di pulau itu. Meski kedua genset dapat beroperasi selama 24 jam, Syamsudin memilih mengoperasikannya secara bergantian. Sebab, keberadaan kedua genset sangat vital. Jadi, jika salah satunya rusak, listrik hanya dapat menyala pada pagi atau sore.

"Kalau yang Kirloskar (125 kVA, Red), kami pakai 14 jam. Yang Perkins (250 kVA, Red) 10 jam. Jadi, yang Kirloskar, kami pakai buat malam. Paginya baru pakai Perkins," tuturnya.

Syamsudin menuturkan, konsekuensi daya yang besar adalah konsumsi bahan bakar yang cukup banyak. Mesin Perkins bisa menghabiskan 20–21 liter per jam. Sementara itu, Karloskar, meski berkapasitas lebih kecil, lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar sehingga membutuhkan 17–18 liter per jam.

Saat ini, dia menggunakan tangki harian untuk kedua mesin. Dengan kapasitas tangki 1.000 liter, Perkins dapat digunakan hingga empat hari. Kirloskar, karena tiap hari digunakan hingga 14 jam, menghabiskan sepuluh galon bahan bakar. "Jadi, waktu sore, saya isi enam galon. Lalu malamnya, saya tambahin empat galon. Udah itu sampai pagi," ucapnya.

Untuk distribusi bahan bakar kedua genset, Pemkab Kepulauan Seribu mengirimkan bahan bakar jenis pertamina dex setiap dua bulan. Saat ini, tidak ada masalah dalam distribusi bahan bakar. "Belum ada masalah sampai sekarang. Kami telah menghitung penggunaan BBM. Jadi, mereka sudah tahu kapan kira-kira akan habis dan harus mengirim lagi," jelasnya.

Selain PLTD, sebenarnya, Pulau Sebira memiliki dua pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Sayang, alat tersebut kini tak lagi berfungsi. PLTS pertama merupakan pemberian pemerintah dengan kapasitas 50 kVA dan terletak di sebelah barat pulau. Yakni, berdekatan dengan PLTD dan mercusuar. Mercusuar itu tak lagi berfungsi setelah inverter rusak. "Di sini, ada empat solar cell. Masih bagus semua, Tapi, inverter-nya bermasalah karena tersambar petir," tuturnya yang turut menjaga PLTS.

Karena terletak di lautan lepas, lanjut dia, petir di wilayah Pulau Sebira begitu ganas, terutama pada musim hujan dan pancaroba. "Waktu itu, saat pagi, mau kami nyalakan. Ternyata, inverter tersebut hangus terbakar. Kami berkesimpulan bahwa itu terkena petir karena malamnya petir besar sekali," tuturnya.

PLTS di sebelah timur dapat berfungsi. Namun, salah satu inverter-nya rusak sehingga listrik hanya dapat mengalir ke satu jalur saja. "Kalau mau menyalakan untuk satu jalur, itu bisa. Tapi, masyarakat protes. Daripada kami bermasalah dengan masyarakat, lebih baik tidak kami nyalakan sekalian," jelasnya.

Menghadapi permasalahan rusaknya dua pembangkit listrik tersebut, pihak Pulau Sebira telah berupaya agar keduanya diperbaiki. Namun, karena ada masalah dalam pengelolaan, perbaikan belum dapat dilakukan. "Sejujurnya, kami sebelumnya belum tahu bahwa kedua PLTS bukan dari pemda. Jadi, perbaikan akan dilakukan secara menyeluruh," terangnya. (don/co5/fai/yuz/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore