Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 Februari 2017 | 16.30 WIB

Jabatan Plt Soni Berakhir, Ahok Jadi Gubernur Lagi

Sumarsono menilai, Ahok minim melakukan pembinaan kepamongprajaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov DKI. - Image

Sumarsono menilai, Ahok minim melakukan pembinaan kepamongprajaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov DKI.

Masa kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt) DKI Sumarsono berakhir kemarin (11/2). Berbagai persiapan di­lakukannya untuk menyerahkan kembali posisi gubernur DKI kepada Basuki T. Purnama. Salah satunya, menyiapkan tulisan seratus halaman. Isinya adalah semua catatan penting selama dia memimpin ibu kota.

Soni -sapaan akrab Sumarsono- mengakui, Basuki merupakan gubernur yang memiliki banyak kelebihan. Karena itu, se­mua catatan yang ditulisnya tentang pembangunan infrastruktur, tata air menghilangkan banjir, dan transportasi yang dituangkan dalam seratus halaman tersebut berpredikat baik. Namun, lelaki yang biasa disapa Ahok itu dirasa masih memiliki beberapa kekurangan. Yakni, minimnya pembinaan kepamongprajaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov DKI.

Menurut Soni, ASN di DKI seharusnya diberi pembinaan asah, asih, dan asuh. Dengan begitu, ASN di DKI makin terampil. Sayang, ketiga pembinaan belum dilakukan dengan baik. "Di sini masih banyak eselon II yang belum mengikuti studi diklat pim II. Banyak sekali yang tidak ikut studi kedinasan. Padahal, ini aturan umum yang harus dilakukan," terangnya

Karena tidak menerapkan hal itu, Soni merasa bahwa eselon II di DKI belum sempurna. Masih banyak yang ditempat­kan tidak sesuai dengan kemampuannya. "Kinerja teamwork pun jadi masalah," ujarnya. Kondisi tersebut muncul karena kurangnya pembinaan serta minimnya tali kasih antar-SKPD. Belum lagi, SKPD di DKI berjumlah 72.000 dengan segudang permasalahan. Karena itu, Soni tidak heran bila SKPD saling menyalahkan jika ada masalah.

Mengatasi hal tersebut, terang Soni, tidaklah terlalu sulit. Yakni, membuatkan mars DKI dan mengadakan perlombaan Mars Revolusi Mental untuk menyempurnakan penanganan manajemen ASN di DKI. Selain itu, kunjungan kerja ke Jogjakarta dengan kereta wisata menjadi salah satu cara yang ampuh. "Awalnya, mereka takut bicara sama saya. Tapi, se­telah kenal, mereka sanggup cerita berjam-jam sampai pagi," ungkap Soni.

Dia juga menyampaikan, pemprov masih harus bekerja keras. Sebab, konsep merelokasi warga di bantaran kali ter­kesan menggusur paksa. "Ini tantangan bagi pemprov untuk mengubah kesan tersebut," katanya.

Lebih lanjut, Soni menjelaskan bahwa seratus halaman tulisannya tidaklah sepenuhnya menyampaikan isi hati dan kepalanya. Tulisan itu hanyalah formalitas sesuai dengan tugas pokok yang diembannya sebagai Plt. Selain itu, Soni mengaku ada hal pribadi yang disampaikannya langsung, bukan lewat tulisan.

Meski begitu, dia memiliki catatan kecil untuk Pemprov DKI. Yakni, segera menyiapkan makam pahlawan. Sebab, DKI se­bagai ibu kota negara sama sekali tidak memiliki makam untuk pahlawan. "Kalibata itu punya pusat. Itu juga dua tahun lagi diprediksi penuh," ujarnya. Jadi, Soni menesak agar penyediaan lahan untuk makam pahlawan segera disiapkan. Dengan begitu, jika ada pahlawan Jakarta yang meninggal, mereka bisa ditempatkan di sana.

Di sisi lain, sebelum menjalani pelantikan, Ahok sempat berkomentar mengenai sejumlah hal. Ketika ditanyai wartawan soal pejabat yang dia stafkan, kemudian diangkat lagi pada masa Sumarsono, dia menuturkan tidak ada masalah. "Ya tidak ada masalah. Yang jelas, sistem yang ada nanti membuat pejabat malas tidak punya tempat," ujarnya. (rya/c25/ano) 

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore