
Sumarsono menilai, Ahok minim melakukan pembinaan kepamongprajaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov DKI.
Masa kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt) DKI Sumarsono berakhir kemarin (11/2). Berbagai persiapan dilakukannya untuk menyerahkan kembali posisi gubernur DKI kepada Basuki T. Purnama. Salah satunya, menyiapkan tulisan seratus halaman. Isinya adalah semua catatan penting selama dia memimpin ibu kota.
Soni -sapaan akrab Sumarsono- mengakui, Basuki merupakan gubernur yang memiliki banyak kelebihan. Karena itu, semua catatan yang ditulisnya tentang pembangunan infrastruktur, tata air menghilangkan banjir, dan transportasi yang dituangkan dalam seratus halaman tersebut berpredikat baik. Namun, lelaki yang biasa disapa Ahok itu dirasa masih memiliki beberapa kekurangan. Yakni, minimnya pembinaan kepamongprajaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov DKI.
Menurut Soni, ASN di DKI seharusnya diberi pembinaan asah, asih, dan asuh. Dengan begitu, ASN di DKI makin terampil. Sayang, ketiga pembinaan belum dilakukan dengan baik. "Di sini masih banyak eselon II yang belum mengikuti studi diklat pim II. Banyak sekali yang tidak ikut studi kedinasan. Padahal, ini aturan umum yang harus dilakukan," terangnya
Karena tidak menerapkan hal itu, Soni merasa bahwa eselon II di DKI belum sempurna. Masih banyak yang ditempatkan tidak sesuai dengan kemampuannya. "Kinerja teamwork pun jadi masalah," ujarnya. Kondisi tersebut muncul karena kurangnya pembinaan serta minimnya tali kasih antar-SKPD. Belum lagi, SKPD di DKI berjumlah 72.000 dengan segudang permasalahan. Karena itu, Soni tidak heran bila SKPD saling menyalahkan jika ada masalah.
Mengatasi hal tersebut, terang Soni, tidaklah terlalu sulit. Yakni, membuatkan mars DKI dan mengadakan perlombaan Mars Revolusi Mental untuk menyempurnakan penanganan manajemen ASN di DKI. Selain itu, kunjungan kerja ke Jogjakarta dengan kereta wisata menjadi salah satu cara yang ampuh. "Awalnya, mereka takut bicara sama saya. Tapi, setelah kenal, mereka sanggup cerita berjam-jam sampai pagi," ungkap Soni.
Dia juga menyampaikan, pemprov masih harus bekerja keras. Sebab, konsep merelokasi warga di bantaran kali terkesan menggusur paksa. "Ini tantangan bagi pemprov untuk mengubah kesan tersebut," katanya.
Lebih lanjut, Soni menjelaskan bahwa seratus halaman tulisannya tidaklah sepenuhnya menyampaikan isi hati dan kepalanya. Tulisan itu hanyalah formalitas sesuai dengan tugas pokok yang diembannya sebagai Plt. Selain itu, Soni mengaku ada hal pribadi yang disampaikannya langsung, bukan lewat tulisan.
Meski begitu, dia memiliki catatan kecil untuk Pemprov DKI. Yakni, segera menyiapkan makam pahlawan. Sebab, DKI sebagai ibu kota negara sama sekali tidak memiliki makam untuk pahlawan. "Kalibata itu punya pusat. Itu juga dua tahun lagi diprediksi penuh," ujarnya. Jadi, Soni menesak agar penyediaan lahan untuk makam pahlawan segera disiapkan. Dengan begitu, jika ada pahlawan Jakarta yang meninggal, mereka bisa ditempatkan di sana.
Di sisi lain, sebelum menjalani pelantikan, Ahok sempat berkomentar mengenai sejumlah hal. Ketika ditanyai wartawan soal pejabat yang dia stafkan, kemudian diangkat lagi pada masa Sumarsono, dia menuturkan tidak ada masalah. "Ya tidak ada masalah. Yang jelas, sistem yang ada nanti membuat pejabat malas tidak punya tempat," ujarnya. (rya/c25/ano)

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
