
Ilustrasi
JawaPos.com - Tindakan tegas dilakukan aparat kepolisian terhadap Farel (38) dan Eros (28). Dua rampok sepeda motor ini bernasib nahas dan kini mereka telah meninggal dunia.
Pasalnya, kedua orang ini melawan aparat kepolisian yang tengah berusaha menangkapnya saat kedapatan sehabis menjual barang curian mereka ke seorang penadah di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat pada Selasa (31/1) lalu.
Farel dan Eros tewas dengan luka tembak di bagian kaki dan dada. Karena terlalu banyak darah keluar, keduanya tak selamat meski sempat dilarikan ke rumah sakit.
Kejadian ini bermula ketika polisi tengah mengukuti keduanya seusai menjual motor hasil curian mereka ke penadah di Jalan Howitzer, Kemayoran, Jakarta Pusat. Mendapati keduanya akan melakukan transaksi dengan seorang penadah, sebanyak empat anggota polisi melakukan pengecekan ke lokasi.
Di lokasi melihat seorang pria tengah menunggu, dan tak lama kemudian, sekira pukul 05.00 WIB, datanglah Farel dan Eros menghampiri pria yang menunggu itu. Kemudian dilakukan transaksi penjualan motor curian. Proses transaksi berjalan sangat cepat, seketika, motor sudah pindah tangan ke penadah.
Setelah melakukan transaksi dengan penadah, keduanya bertolak dari lokasi jual beli mereka itu. "Usai bertransaksi keduanya pergi ke arah Jalan Letjend Suprapto," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Dwiyono ketika dihubungi, Kamis (2/2)
Lanjut dia menerangkan, anak buahnya yang telah mengintai tidak langsung menyergap. Polisi membiarkan keduanya pergi, namun dibuntuti, guna membongkar lebih jauh sindikat itu. Awalnya semua berjalan lancar kedua pelaku tak mengetahui bahwa mereka dibuntuti oleh aparat kepolisian.
Tapi, pada akhirnya, kedua pelaku menyadari mereka tengah dibuntuti. Polisi yang tahu keduanya sudah sadar tengah dibuntuti pun segera berupaya melakukan penangkapan terhadap keduanya sebelum dua bandit itu kabur melarikan diri dan membuat polisi malah tak jadi membongkar kasus curanmor mereka.
Ketika itu terjadinya perlawanan dari pelaku. Mereka yang tidak terima ditangkap justru melawan bahkan mengarahkan senjata api ke arah polisi yang ingin melakukan penangkapan terhadap keduanya.
"Karena terancam, petugas langsung menindak tegas keduanya. Sempat diberikan tembakan peringatan, keduanya masih melawan," kata dia lagi.
Tidak cukup ditembak pada bagian kaki, akhirnya polisi pun terpaksa melepaskan tembakan ke arah dada dua pelaku, akibat pelaku yang terus berupaya menyerang aparat kepolisian dengan senjata api yang mereka bawa.
Belum sempat pelaku melawan, petugas langsung menindak kedua pelaku lagi dengan tembakan terukur. Dwiyono juga berkata, pihaknya terus mencari tahu apakah ada pelaku lain yang berkaitan dengan sindikat penjualan motor curian oleh Farel dan Eros.
Dari penangkapan itu kata Dwiyono, mereka berhasil menyita sejumlah barang bukti. "Di antaranya, satu unit sepeda motor, satu pucuk senjata api, tiga peluru, dua handphone, dan enam buah kunci letter T," tukas dia. (elf/JPG)

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
