Logo JawaPos
Author avatar - Image
13 Maret 2026, 23.58 WIB

Polres Jakpus Dalami Serangan Air Keras ke Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus

 
Wakil Koordinator Kontras, Andrie Yunus (kiri) dan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang.
Wakil Koordinator Kontras, Andrie Yunus (kiri) dan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang.
 

JawaPos.com - Polda Metro Jaya memastikan bahwa Polres Metro Jakarta Pusat (Jakpus) mendalami serangan air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) pada Kamis malam (12/3). Petugas kepolisian sudah turun langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mendatangi saksi-saksi.

”Saat ini (peristiwa tersebut) sedang didalami oleh Sat Reskrim Polres (Metro) Jakpus, mendalami saksi dan TKP,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.

Budi menyatakan bahwa pihaknya mengecam peristiwa penyerangan tersebut. Pihaknya memastikan bakal berusaha menangkap pelaku. Hal serupa disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakpus AKBP Robby Hefados saat dikonfirmasi oleh awak media.

”Benar ada kejadian demikian, laporan resmi dari korban belum ada, namun kami sedang melakukan penyidikan untuk mengetahui identitas pelaku melalui scientific investigation,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, aksi kekerasan terhadap aktivis kembali terjadi. Kali ini menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Dia menjadi korban penyiraman air keras yang dilakukan oleh orang tidak dikenal pada Kamis malam (12/3).

Akibat serangan itu, Andrie mengalami luka bakar serius. Dokter RSCM menyatakan bahwa Adrie mengalami luka bakar 24 persen. Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menyampaikan bahwa luka bakar yang dialami oleh Andrie nyaris di sekujur tubuh.

”Terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata,” kata dia dalam keterangan resmi pada Jumat (13/3).

Dimas mengungkapkan bahwa serangan terhadap Andrie terjadi setelah dia melakukan siniar atau podcast di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI), Menteng, Jakarta Pusat (Jakpus). Podcast tersebut bertajuk Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia.

”Pasca peristiwa tersebut, Andrie Yunus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan secara medis. Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen,” ungkap dia.

Merujuk pada Undang-Undang (UU) Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, Pasal 66 UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan Peraturan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2015 Tentang Prosedur Perlindungan Terhadap Pembela HAM, penyerangan itu tidak boleh didiamkan.

Menurut KontraS, penyiraman air keras tersebut merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat, khususnya pembela HAM. Karena itu, dia mendesak peristiwa tersebut diusut tuntas oleh aparat penegak hukum. Dia juga berharap ada atensi dari berbagai pihak untuk mendorong penegakan hukum.

”Peristiwa ini harus segera mendapat perhatian luas dari berbagai pihak, termasuk lembaga penegak hukum dan masyarakat sipil. Aparat kepolisian langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik serangan tersebut. Mengingat, upaya penyiraman air keras terhadap korban dapat mengakibatkan luka fatal yang serius hingga meninggal dunia,” pungkasnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore