
Blok II yang terbakar di Pasar Senen, Jakarta, Kamis (19/1). Kebakaran di Pasar Senen tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 04.43 WIB dan masih dalam penanganan petugas yang mengerahkan sedikitnya 50 unit mobil pemadam kebakaran.
JawaPos.com - Kepulan asap belum sepenuhnya hilang di kompleks Pasar Senen, Jakarta, Jumat (20/1). Upaya pemadaman terus dilakukan. Puluhan unit mobil pemadam kebakaran dan ratusan petugas dikerahkan. Hasilnya?
"Seluruh ruangan dari empat lantai di blok I telah padam," kata Kasi Operasional Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta Mulyanto. Namun, kebakaran masih terjadi di lantai 3 blok II. Lokasi tersebut merupakan pusat penjualan pakaian bekas. Banyaknya bahan mudah terbakar membuat kobaran api sulit dijinakkan.
Selain itu, banyak kios yang terkunci. Penyemprotan yang dilakukan petugas tidak mengenai ruangan secara menyeluruh. Jalan satu-satunya adalah melakukan penjebolan. Namun, itu pun tidak mudah. Petugas sulit menembus lokasi karena asap tebal. "Lantai 3 bangunannya gampang runtuh. Sangat berbahaya bagi petugas," ujarnya.
Penyebab kebakaran dua hari lalu belum bisa dipastikan. Pemeriksaan juga belum bisa dilakukan karena api masih berkobar di beberapa titik. Dugaan sementara, api dipicu korsleting listrik di lantai 3 blok II. "Sebanyak 1.691 kios di lantai 1 sampai 4 blok I dan II ludes terbakar," kata Mulyanto.
Rudi Sasmita, salah seorang pedagang, meyakini ada yang aneh dari kebakaran Pasar Senen. Sebab, api muncul bersamaan di dua tempat. Yakni, lantai 3 sisi barat blok II dan sisi utara blok I. "Saya menduga Pasar Senen memang sengaja dibakar," kata penjual atribut partai politik tersebut.
Selain itu, kebakaran tersebut terjadi menjelang habisnya waktu sewa kios. Menurut Rudi, kontrak lima tahunan kios berakhir Juli nanti. Saat itu seluruh pedagang harus kembali membayar sewa. Menurut pengalamannya, tidak sedikit pedagang yang enggan membayar. Hal tersebut menjadi polemik yang harus ditanggung pengelola gedung. Nah, pembakaran dilakukan untuk mengusir para pedagang.
"Kejadian ini sama dengan kebakaran pada 2014. Waktu itu kontrak sewa di blok III berakhir. Banyak pedagang sulit membayar dan enggan angkat kaki. Tidak lama kemudian, blok itu pun terbakar," kata Rudi.
Rudi yakin yang terjadi adalah sabotase. Sebab, korsleting listrik atau gangguan lain tidak pernah terjadi pada kios-kios di Pasar Senen. Semua sarana dan prasarana berfungsi baik. Hanya, ada yang tidak maksimal. Misalnya, AC (air conditioner) yang tidak lagi dingin. Namun, itu tidak menjadi masalah yang mengganggu aktivitas jual beli.
Menurut Rudi, api menjalar sangat cepat. Dia pun tidak berhasil menyelamatkan barang dagangannya. "Kerugian ditaksir sampai Rp 500 juta," kata pria 39 tahun itu. Rudi berencana mencari lokasi baru di blok V. Kalau tidak bisa, dia akan mencari tempat di sekitar Pasar Senen.
Sementara itu, polisi meminta keterangan sembilan saksi. Mereka adalah orang-orang yang pertama melihat titik api yang menjadi awal kebakaran Pasar Senen. Yakni, pedagang dan petugas keamanan.
"Untuk mengetahui penyebabnya, kami harus memeriksa langsung di lokasi kejadian. Karena api belum sepenuhnya padam, pemeriksaan itu belum bisa berjalan," kata Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Tahan Marpaung. (ian/c10/ca)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
