
DALAM PERBAIKAN: Pengendara melintas di sekitar perbaikan pipa PDAM.
JawaPos.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berencana meningkatkan pembangunan pipa untuk daerah-daerah yang belum terjangkau aliran air dari PAM. Hal itu menindaklanjuti program Pemprov DKI yang ingin menghentikan penggunaan air tanah mengingat dampak buruknya bagi ibu kota.
"Harus diberikan insentif yang sangat-sangat signifikan agar memastikan orang beralih ke penggunaan air PAM," ujar Sandi di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (22/3).
Sementara itu, Direktur Utama PAM Jaya Erlan Hidayat menyebutkan daerah pinggiran yang belum terjangkau pipa PAM, yakni Kalideres, Tegal Alur, Kamal Muara, Muara Karang, Rorotan, dan sebagainya. Padahal, sejak awal 2017 pihaknya sudah memanfaatkan air dari Kanal Banjir Barat (KBB) yang diolah dengan teknologi pengolahan air (water treatment).
"Seluruh DKI yang bagian tengah (60 persen) sebenarnya sudah terjangkau perpipaan, dan kalau bicara pipanya sebenarnya sudah 73 persen lho. Cuma airnya belum. Ada pipa yang nggak ada airnya," kata Erlan.
Selanjutnya, dia berencana memanfaatkan air dari sungai-sungai di Jakarta untuk menambah pasokan air. Erlan menargetkan beberapa sungai untuk dikelola, antara lain Sungai Pesanggrahan, Sungai Kalimalang, Sungai Ciliwung, Kanal Banjir Timur (KBT), dan beberapa sumber air di Buaran Tiga dan Hutan Kota.
Erlan optimis, itu bisa menambah pasokan air baku untuk Jakarta hingga 24 persen. "Seburuk apapun kualitas sungai di Jakarta, kita mau pakai," tandasnya.
Dengan jumlah pipa yang sudah teraliri air bersih mencapai 60 persen, maka dengan penambahan itu sumber air baku diperkirakan akan mencapai 84 persen. Kemudian, 16 persen kekurangannya akan dipenuhi melalui kerja sama dengan pemerintah pusat dan memanfaatkan air limbah yang sudah diolah.
"Kalau pemerintah pusat terlambat kirim air tersebut, ada satu lagi temen saya. Dia punya air bekas (limbah) saya. Jadi saya pakai lagi kalau perlu," jelas Erlan lagi.
Berdasarkan data dari Dinas Perindustrian dan Energi Provinsi DKI Jakarta pada Desember 2017, total pelanggan air tanah sebanyak 4.377 juta dengan perkiraan pemanfaatan air tanah sebesar 603.225 m³ per bulan atau 7.238.700 m³ per tahun.
Untuk diketahui, cakupan pelayanan air bersih mitra kerja PDAM baru mencapai 577.109 juta m³ per tahun (60,27 persen), dengan pelanggan air tanah yang mengonsumsi air sebanyak 8,850 juta m³ per tahun. Perkiraan kebutuhan air bersih pada 2030 adalah sebesar 1.032,6 juta m³ per tahun.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
