
Kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
JawaPos.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menata kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Jumat (22/12). Penataan dilakukan dengan penutupan satu jalur sepanjang 400 meter untuk mengakomodasi para pedagang kaki lima (PKL).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut kawasan tersebut bukan hanya sebagai lokasi transit paling padat karena 178 ribu orang keluar dari Stasiun Tanah Abang setiap harinya. Namun juga menjadi pusat perekonomian ibu kota.
"Bukan mereka yang bekerja saja, tapi juga tamu dari luar negeri (datang) untuk berbelanja. Tanah Abang sebagai sebuah pusat perekonomian, juga pusat perpindahan warga Jakarta kerja menuju rumah," ujarnya saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (21/12).
Dia melanjutkan, kondisi seperti itu hanya bersifat sementara waktu, hingga tahap kedua atau jangka panjang dapat diterapkan. Yakni pembangunan kawasan Tanah Abang sebagai Transit Oriented Development (TOD).
"Jadi hal itu manjadi peluang ekonomi. Kita ingin semua yang bisa mendapatkan manfaat dikelola. Jangan sampai Tanah Abang ditata dengan meniadakan kepentingan lainnya," sambung dia.
Anies mengungkapkan Pemprov DKI Jakarta mempertimbangkan empat hal dalam penataan kawasan Tanah Abang. Salah satunya adalah memprioritaskan pejalan kaki untuk melintas di sepanjang Jalan Jati Baru Raya ataupun saat hendak menggunakan shuttle bus serta meningkatkan wisata belanja di Tanah Abang.
Kemudian, membangun struktur pedestrian, kawasan, dan budaya tertib, yang diharapkan dapat meningkatkan wisata dan perdagangan di pusat Jakarta. Kawasan Tanah Abang juga lebih tertata dari segi penataan parkir bagi transportasi umum lainnya seperti ojek pangkalan maupun online yang kerap memadati sisi jalan sekitar Tanah Abang.
Pertimbangan terakhir yaitu mewujudkan integrasi seluruh stakeholder di sekitar Tanah Abang, seperti PT Kereta Api, Sarana Jaya, dan masyarakat sehingga dapat mewujudkan kawasan Tanah Abang yang lebih maju, bersih, dan nyaman bagi semua kalangan.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
