
Suasana Sepi di STC Senayan
JawaPos.com - Senayan Trade Center (STC) kini tak lagi menjadi primadona. Ya, sekalipun berada di pusat bisnis, STC mulai ditinggal pengunjungnya.
STC Senayan seolah kalah cantik dari pusat perbelanjaan premium di sekitarnya. Sebut saja, Plaza Senayan dan Senayan City yang lebih ramai didatangi pengunjung.
Mengapa kalah cantik? Pantauan JawaPos.com, tampak luar gedung seolah kurang perawatan. Gedung berwarna krem merah jambu itu mulai luntur karena cuaca. Cat dinding dari luar juga seperti terkelupas dan butuh dicat ulang.
Begitu akan masuk ke dalam, hanya ada dua pintu kanan dan kiri yang dibuka secara manual. Ada tiga petugas keamanan yang berjaga. Sedangkan pintu di bagian tengah tak lagi difungsikan dan ditutup dengan pot bunga.
Tak nampak banyak pengunjung, STC Senayan justru cenderung sepi. Dari delapan lantai, ketika JawaPos.com menyambangi mal itu di jam sibuk pada sore hari, tetap saja mal itu sepi pengunjung.
Pencahayaan juga cenderung gelap dibandingkan mal premium. Meski begitu, AC dan aroma mal masih lumayan baik.
Saat mencoba menelusuri satu persatu lantai di sana sekitar pukul 17.00 WIB kemarin (18/9), banyak toko atau gerai yang memilih tutup.
Padahal jam operasional mal tutup pukul 22.00. Entah sang pedagang pulang kampung atau pindah toko, namun hampir seluruh tenant sepi pengunjung alias sepi pembeli.
"Memang sepi seperti ini setiap hari. Ada sih pembeli paling lumayan di akhir pekan (weekend)," kata salah satu penjual mainan yang enggan disebut namanya.
Tak hanya sepi, mal itu seolah horor karena kurang perawatan. Begitu masuk ke dalam mal, pengujung langsung disambut eskalator yang rusak.
Hanya eskalator turun yang berfungsi. Lalu berlanjut ke lantai paling atas, mulai dari lantai 4 seterusnya, eskalator tak berfungsi di kedua arah.
"Memang sudah lama rusak, sudah sebulan belum diperbaiki, mending lewat lift saja," kata petugas kebersihan STC Senayan di lokasi.
Terpaksa harus naik dan turun eskalator secara manual. Semakin ke atas, hampir seluruh tenant tutup. Hanya dua atau tiga toko yang masih buka. Berbeda dengan mal pada umumnya di mana lantai atas biasanya ada pusat makanan atau food court.
"Gerai makanan di Ground Floor. Ada MCDonalds yang masih ramai," ujar petugas kebersihan itu lagi.
Dia mengungkapkan dari delapan lantai, ada dua lantai paling atas yang sedang direnovasi. Kabarnya, dua lantai itu akan disulap menjadi hotel. Sedangkan enam lantai lainnya, selain diperuntukkan untuk pedagang, juga dipakai sebagai perkantoran.
"Lantai atas lagi direnovasi katanya mau jadi hotel. Wah enggak tahu deh kapan jadinya, masih lama juga sih kayaknya," ungkap dia.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
