
Ilustrasi
JawaPos.com - Sawah di empat kecamatan yang tersebar di Kabupaten Tangerang terancam kekeringan, karena tidak mendapat suplai air dengan baik. Hal itu akibat musim kemarau panjang. Kondisi puso ini harus disikapi dengan mengalirkan air melalui pompa.
Akan tetapi para petani sudah putus asa, karena tidak ada perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang. Perhatian itu bantuan pompa air yang akan mengairi sawah.
Abrawi, selalu Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Waliwis Maju, Kecamatan Mekar Baru mengaku perhatian dari Dinas Pertanian dan Peternakan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kabupaten Tangerang.
Sejak dua bulan ini para petani sudah mengajukan penyediaan pompa air, tapi belum direspons sama sekali. "Sampai sekarang pun kunjungan dari instansi Pemkab Tangerang itu guna mengatasi kemarau tak jelas," ujarnya seperti dikutip Indopos (Jawa Pos Group), Sabtu (2/9).
Di sisi lain, sambungnya, Kementerian Pertanian (Kementan) minta petani agar bisa surplus beras. Sayangnya target itu tidak sertai dengan perhatian. "Kekhawatiran kami adalah sawah akan mengalami kekeringan karena sekarang masuk musim kemarau. Tidak ada pompa air yang bisa kami pinjam untuk mengairi persawahan,” ungkapnya.
Diakui Abrawi, ancaman puso itu akan dirasakan para petani padi di empat kacamatan pada musim kemarau tersebut. Hal itu disebabkan, sawah di tempat tersebut jauh dari sumber air yakni sungai. Sehingga, untuk mengairi lahan pertanian mereka itu membutuhkan mesin pompa air dengan volume besar.
”Itu sama saja bakar uang tanpa hasil kalau menanam pada musim kering. Yang saat ini terjadi kami harus menyediakan sendiri mesin pompa air untuk mengairi sawah. Paling tidak nanti akan kami minta ke Kementan agar dapat diberikan bantuan, dari pada menunggu perhatian dari Pemkab,” katanya.
Abrawi menyebut Gakpoktan yang dia pimpin telah berkoordinasi dengan puluhan gapoktan di empat kecamatan untuk mengajukan bantuan mesin pompa air ke Kementan. ”Cuma dari pemerintah pusat sekarang ini tumpuan dan harapan kami sebagai petani. Jika ini tidak direspon yang kami bangkrut dan beralih profesi. Habis mau bagaimana lagi Pemkab saja hampir tak memperhatikan ini,” imbuhnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
