
Sejumlah mahasiswa UK Petra menikmati lukisan buatan para ibu dari kecamatan Wonocolo dan kecamatan Sawahan.
JawaPos.com - Universitas Kristen (UK) Petra menggelar pameran seni rupa bertajuk Workshop Art Therapy. Karya yang dipajang adalah hasil proses terapi relaksasi para ibu dari Kecamatan Wonocolo dan Sawahan.
Sebanyak 20 karya seni visual 2 dimensi dipajang di ruang perpustakaan lantai 6 UK Petra. Puluhan karya visual tersebut sudah mulai dibuat para ibu sejak dua hari lalu. Pelbagai macam visualisasi seni para ibu tertuang di atas kertas karton hitam.
Dosen DKV UK Petra Maria Nala Damajanti mengatakan, relaksasi melalui seni untuk menggali potensi para ibu dalam hal kemampuan membuat karya seni. Selain itu, juga sebagai sarana melampiaskan perasaan dan keluh kesah berdasarkan aktivitas sehari-hari.
"Karena saat itu mereka belum menyadari potensi diri di bidang seni. Padahal anak-anak mereka sudah akrab dengan alat-alat seni rupa. Misalnya pensil, spidol, cat warna ," kata Maria ditemui JawaPos.com, Jumat (20/4).
Banyak yang dapat dibaca dari hasil karya para ibu tersebut. Misalnya, harapan terhadap anak-anaknya hingga cita-cita yang belum tercapai. "Kami tidak batasi dengan tema tertentu. Terserah apa yang menjadi keluh kesah para ibu. Itu yang mereka tuangkan dalam karyanya," tutur Maria.
Ditanya soal Hari Kartini, Maria menampilk jika pameran tersebut hanya terkait dengan isu emansipasi perempuan saja. Menurutnya, Hari Kartini adalah sebagai pengingat bahwa kalangan perempuan juga memiliki potensi.
Setidaknya potensi yang bermanfaat bagi diri sendiri. Sehingga meksistensinya sebagai perempuan dapat bermanfaat untuk orang lain. Kalau tidak, perempuan tak akan mampu menjadi sosok penolong bagi anak, suami, dan orang lain. "Karena perempuan punya pilihan dan status. Tidak melulu mengurus suami dan anak," ucapnya.
Tak hanya pameran karya seni rupa. Acara tersebut juga dimeriahkan dengan penampilan monolog dan baca puisi dari mahasiswa. Namun tidak terlihat kehadiran para ibu dari karya-karya yang dipajang.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
