Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Oktober 2017 | 14.20 WIB

AMSI Gelar Konferwil, Tingkatkan Kepercayaan Media Online di Publik

ILUSTRASI: Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) - Image

ILUSTRASI: Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI)

JawaPos.com - Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jatim menggelar Konferwil di Spazio, Surabaya, Rabu (25/10). Konfrensi itu merupakan yang pertama kali diselenggarakan di Jatim, dan keempat kalinya secara nasional.


Hadir dalam acara tersebut antara lain Gubernur Jatim Soekarwo, Wakil Gubernur Jatim Gus Syaifullah Yusuf, Bupati Trenggalek Emil Dardak, serta beberapa pimpinan media online di Jawa Timur.


Berdasar data yang ada, jumlah media online di Indonesia sebanyak 43 ribu. Hanya 234 media yang terdata di dewan pers. Angka itu bahkan tidak sampai separonya.


Oleh sebab itu, AMSI berusaha untuk mengontrol media online yang ada. Permasalahannya, media online tidak bisa terjangkau dengan kode etik jurnalistik. "Kalau terlalu ketat mencekik. Tapi kalau terlalu longgar media online malah kebablasan," ujar Ketua DPP AMSI yang juga Pemred Merdeka.com Wens Manggut.


Wens memaparkan, kecenderungan di medsos saat ini informasi yang ngawur malah lebih banyak dishare masyarakat ketimbang informasi yang benar. Fenomena itu tidak hanya terjadi di Indonesia. Di negara adidaya sebesar Amerika Serikatpun mengalami kondisi yang sama, terutama saat Pilpres lalu.


Senada dengan itu, Gus Ipul mengatakan poin yang paling penting dari keberadaan media online adalah menangkal berita hoax. "Media online harus mengkonsolidasikan diri, bisa membangun kepercayaan publik. Kadang kami ini bisa diuntungkan media digital tapi kadang juga bisa dijatuhkan," ujar Gus Ipul.


Mantan Ketua Umum GP Ansor itu memaparkan, berdasar hasil survey AC Nielsen yang didapatnya, media online menduduki peringkat ketiga sumber informasi masyarakat setelah televisi dan media outdoor. Oleh sebab itu, dia berharap agar kepercayaan itu dirawat dengan baik oleh pengelola media siber. "Jumlahnya 44 persen," tambahnya.


Sementara itu, Gubernur Jatim Soekarwo berpesan agar media siber yang ada jangan sampai mematikan media konvensional. "Siber dan konvensional berjalan beriringan. Siber main di percepatan informasi, konvensional main di filosofis kearifan lokal," tuturnya.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore