Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 Agustus 2017 | 19.14 WIB

Bu Kades Dermawan itu Tewas Dibunuh

KEHILANGAN: Dari kiri, Kades Sugiyanto dan dua putranya, Kriswanto Bagus, dan Galang Bagus,  mengantar jenazah Luluk Diana ke peristirahatan terakhirnya. - Image

KEHILANGAN: Dari kiri, Kades Sugiyanto dan dua putranya, Kriswanto Bagus, dan Galang Bagus, mengantar jenazah Luluk Diana ke peristirahatan terakhirnya.

JawaPos.com- Kepala Desa Sidojangkung, Menganti, Gresik, Sugiyanto menggenggam erat tangan dua putranya, Kriswanto Bagus Sugiyanto, 10; dan Galang Bagus Sugiyanto, 19. Ketiganya tak melepas genggaman saat mengantar jenazah bunda yang amat dicintai, Luluk Diana, menuju makam desa. Mereka saling menabahkan.


Sugiyanto tampak terguncang. Matanya sembap. Wajahnya sayu. Lelaki 43 tahun itu beberapa kali nyaris jatuh dalam perjalanan mengiringi jenazah istrinya. Di sampingnya, Brigadir Galang Bagus Sugiyanto terus memegangi tangan sang ayah agar tidak terjatuh.


Sekitar pukul 10.00, jenazah ibu dua anak tersebut dikebumikan. Ribuan warga desa setempat tumplek bleg memenuhi kampung. Tangis histeris benar-benar pecah. Ibu-ibu terisak. Mereka adalah kaum hawa yang melayat kepergian Bu Kades Luluk.


Bagaimana tidak, Luluk yang juga ketua tim penggerak PKK Desa Sidojangkung begitu baik kepada mereka. Ramah, merakyat, dan dermawan. ’’Kami ini anaknya. Pasti ikut sedih. Nggak ono wong apike koyok Bu Luluk,’’ ujar Marliya, 57.


Menurut nenek 14 cucu itu, warga desa sangat menyukai Kades Sugiyanto dan Bu Kades Luluk. ’’Lebaran lalu, semua warga diberi baju batik. Baju tersebut diantar sendiri ke rumah-rumah warga,’’ katanya. Masyarakat desa, kata Marliya, sangat patuh dan menghormati Bu Kades Luluk.


Jangankan itu. Kalau ada warga yang kesulitan keuangan atau kesusahan, mereka langsung membantu tanpa diminta. Luluk juga membelikan mobil ambulans untuk masyarakat desa yang setiap saat membutuhkannya. ’’Bensin semua ditanggung,’’ ucapnya.


Karena itulah, warga sangat kaget begitu mendengar kabar perempuan berparas ayu tersebut ditemukan tewas dalam hutan jati di Desa Jolotundo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Tepatnya, petak 75 E RPH Kupang, BKPH Kemlagi, KPH Mojokerto.


Mayat Luluk ditemukan pada Selasa (8/8). Perempuan dengan mata lebar dan bening itu mengenakan kaus merah, celana jins biru, dan sandal. Perhiasan kalung, cincin, dan anting masih melekat di tubuh korban.


Namun, mobil Toyota Yaris putih bernomor polisi W 1193 AJ tidak ada di tempat kejadian. Mobil tersebut ditemukan di Pasar Sapi, Krian, Sidoarjo. Kades Sugiyanto menuturkan, perhiasan istrinya tidak hilang. Tapi, tas berisi uang Rp 150 juta di dalam mobil hilang. ’’Kondisi mobil bersih,’’ tuturnya saat ditemui di rumahnya kemarin.


Sugiyanto terlihat sabar saat menemui ratusan tamu. Berkali-kali dia berdiri untuk menyalami petakziah. Ada Kepala BNNK Gresik AKBP Supriyanto, Ketua Tim Penggerak PKK Gresik Hj Maria Ulfa Sambari, serta Ketua GOW Hj Zumrotus Sholihah. Ada pula ratusan teman Brigadir Galang, putra sulungnya yang bertugas di Sabhara Polda Jatim. Mereka berduka.

Editor: Miftakhul F.S
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore