Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Juni 2017 | 08.20 WIB

Bupati Ini Berterima Kasih kepada Mensos

SEMRINGAH: Warga menunjukkan kartu keluarga sejahtera yang diterima dari Kementerian Sosial. - Image

SEMRINGAH: Warga menunjukkan kartu keluarga sejahtera yang diterima dari Kementerian Sosial.


JawaPos.com – Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa Senin (19/6) mendatangi para penerima bantuan program keluarga harapan (PKH) di Sidoarjo. Tepatnya, di Kecamatan Waru. Total ada 350 keluarga penerima manfaat (KPM). Sebelumnya, Mensos juga menemui penerima bantuan PKH di Madura dan Surabaya.



’’Kami melakukan monitoring ke daerah-daerah terkait penerimaan PKH nontunai. Bukan hanya saya, tetapi juga presiden,” kata perempuan yang juga ketua umum PP Muslimat NU itu.



Menurut Khofifah, dalam pemberian bantuan PKH nontunai tersebut, terdapat aspek edukasi dan literasi perbankan. Masyarakat, khususnya KPM, mulai mengenal keagenan perbankan, penggunaan kartu ATM, dan personal identification number (PIN). ’’Kartu keluarga sejahtera (KKS) ini berfungsi sebagai ATM. Masyarakat juga dikenalkan pada penggunaan PIN dan kartu tersebut,” ujarnya.



Setelah pengenalan dan edukasi perbankan, para KPM langsung mempraktikkan. Beberapa warga menggunakan KKS untuk mengambil uang melalui ATM yang telah disediakan BNI.



Khofifah mengatakan, pihaknya sedang mempersiapkan perluasan bantuan PKH di Indonesia hingga 10 juta KPM pada 2018. Saat ini Indonesia sudah mencapai angka 6 juta. Hal itu juga telah dibahas bersama Presiden Joko Widodo. ’’Kami akan perhatikan bagaimana proses pendistribusian, proporsionalitas antara daerah Jawa dan luar Jawa, desa maupun kota,” ungkapnya.



Pemberian bantuan PKH, jelas dia, bertujuan mempercepat kemandirian masyarakat. Indonesia memiliki strategi dalam melakukan percepatan keuangan inklusif dari kalangan masyarakat kurang mampu melalui bantuan PKH. ’’Target pemerintah, keuangan inklusif pada 2019 mencapai 75 persen,” katanya.



Bantuan PKH nontunai tahap II diberikan secara simbolis kepada 10 KPM. Masing-masing menerima Rp 500 ribu. Selain itu, ada pemberian beasiswa kepada sepuluh anak berprestasi dari KPM.



Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat menambahkan, penerima PKH di Kabupaten Sidoarjo sudah mencapai lebih dari 24 ribu KPM. Adapun, program beras masyarakat sejahtera (rastra) melalui PKH sudah mencapai lebih dari 81 ribu keluarga. Ada pula bantuan untuk kelompok penyandang disabilitas lansia serta penguatan kelembagaan dan lain-lain. ’’Total anggaran untuk kegiatan PKH sendiri mencapai Rp 157,5 miliar,” ungkapnya.



Harry menjelaskan, bantuan PKH nontunai diberikan bertahap. Pada awal pekan itu ada sekitar 350 KPM yang diundang. Mereka datang dari berbagai desa di Kecamatan Waru. Kesempatan tersebut juga dimanfaatkan untuk mengundang anak-anak berprestasi dari KPM. Anak-anak itu diberi beasiswa. ’’Sebagai motivasi kepada KPM bahwa anak-anak mereka bisa berprestasi,” lanjutnya.



Sementara itu, Bupati Saiful Ilah mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih kepada Mensos. Sebab, Sidoarjo mendapatkan banyak bantuan melalui program-program yang bagus untuk kesejahteraan rakyat. Selama ini PKH di Sidoarjo berjalan baik. Penyerahan bantuan PKH tahap I pun telah berlangsung lancar di 18 kecamatan melalui Bank BNI. ’’Kami berterima kasih dan sangat mendukung program keluarga harapan,” ujarnya.



Saiful berharap PKH bisa memberikan semangat kepada warga kurang mampu untuk masa depan yang lebih baik. Dengan begitu, ke depan, tidak ada lagi warga yang menerima bantuan PKH karena seluruh warga di Sidoarjo sudah sejahtera. ’’Harapan kami, semua warga Sidoarjo sejahtera,” tandasnya. (ayu/c7/hud)


Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore