
BISA DIOLAH: Anggota Timsos DLHK Sidoarjo Siti Muslihah (dua dari kanan) melatih para pemilah yang akan bertugas di TPST Guna Lestari Jumat (28/4) di Desa Tambakrejo, Waru.
JawaPos.com – Upaya meningkatkan fasilitas pengolahan sampah terus dijalankan. Yang terbaru, telah didirikan hanggar tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di Desa Tambakrejo, Waru. Lokasinya tidak jauh dari Balai Desa Tambakrejo yang merupakan tanah kas desa (TKD). Rencananya, sekitar 5 hektare lahan disiapkan untuk pembangunan TPST kawasan yang bernama Guna Lestari tersebut.
Susunan kepengurusan dan tenaga pemilah sudah dibentuk. TPST itu diharapkan menjadi ujung tonggak yang solutif dalam pengolahan sampah di Kecamatan Waru. ’’Memang yang utama untuk menyelesaikan sampah warga Desa Tambakrejo. Tapi, nanti juga kami arahkan untuk menerima sampah dari desa-desa sekitar,” papar Nur Mahmudi, kepala Desa Tambakrejo sekaligus pelindung TPST Guna Lestari.
Menyongsong aktifnya TPST yang menunggu alat-alat pengolah sampah, Jumat lalu (28/4) tenaga operator pemilah yang sudah terdaftar berlatih. Padahal, biasanya para pemilah diberi materi tentang jenis dan metode pemilahan sampah setelah TPST aktif. Tetapi, Desa Tambakrejo menginginkan sebaliknya. Menurut pengurus TPST Guna Lestari dan pemerintah Desa Tambakrejo, yang terpenting adalah kecakapan para pemilah. ’’Kalau mau efektif berjalan, nomor satu ya pemilah-pemilah yang pegang TPST itu. Katanggapannya perlu dilatih,” ujar Misbachul Ullum, penasihat TPST Guna Lestari.
Tim Sosialisasi Dinas Kebersihan Lingkungan (Timsos DLHK) Sidoarjo hadir secara full team untuk memberikan pelatihan pemilahan sampah kepada lima pemilah. Mereka adalah Suyono, Sandut Ariyanto, Suwaji Sugiranto, Yatmo, dan Sawili.
Lima pria yang sudah paro baya tersebut tampak antusias. Mereka bersiap sejak pagi untuk mengambili sampah di rumah-rumah warga dengan gerobak. Sampah itu dijadikan objek simulasi untuk pelatihan memilah. Jenis sampahnya lengkap. Mulai plastik, sampah basah, dupleks, sampai residu.
Sampah tersebut dicampur menjadi satu. Marjati, salah seorang anggota Timsos DLHK yang membawahkan wilayah Waru, menjelaskan beraneka jenis sampah. Dia mencontohkan proses pemilahan. Berbekal lima keranjang anyam, Marjati dengan cakap memisahkan sampah-sampah sesuai jenisnya. ’’Ambil sampah yang bisa dijual. Misalnya, plastik, kertas, kardus, sama botol-botol kaca. Nah, sampah basahnya ditinggalkan saja, nanti bisa diuruk,” jelas Marjati.
Kemudian, Sawili dan kawan-kawan langsung mengambil posisi. Mereka mengikuti cara Marjati memilah sampah dengan perlahan-lahan. Setiap pemilah didampingi satu anggota Timsos DLHK supaya makin paham. Jika mereka bingung, para anggota Timsos DLHK langsung membantu. ’’Ini masuk apa?” kata Suyono sembari memegang kemasan berbahan metalizing. ’’Itu residu, harus dibakar karena nggak bisa diolah lagi sementara,” jawab salah seorang anggota Timsos DLHK Siti Muslihah. Sembari berlatih, mereka berdiskusi dengan gayeng. (via/c7/dio/sep/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Kuching City vs Tampines di ASEAN Club Championship: The Cats Unggul Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk
Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022