
Rekaman CCTV yang menunjukkan blok sel di Polsek Tambaksari Surabaya ditinggal para penghuninya.
JawaPos.com - Polsek Tambaksari Surabaya pusing bukan kepalang. Betapa tidak, tujuh orang tahanannya kabur dari dalam penjara, Senin (17/4) dinihari. Diduga mereka melarikan diri dengan cara merusak besi plafon.
Informasi yang diterima sumber JawaPos.com di kepolisian, ketujuh orang itu kabur antara pukul 00.30-01.45. Mereka memotong besi dengan gergaji. Masih belum jelas dari mana para tahanan tersebut mendapatkan gergaji. Namun kuat dugaan, mereka mendapat gergaji tersebut dari dalam. "Mapolsek kan sedang direnovasi , mungkin mereka diam-diam ngambilnya," ujar sumber tersebut.
Berdasar pantauan di lapangan, usai memotong besi plafon, ketujuhnya lari lewat belakang Mapolsek. Ini terlihat dengan atap rumah warga yang berserakan dan bengkok. Atap tersebut terbuat dari seng.
Di belakang Mapolsek Tambaksari, memang terdapat perkampungan padat penduduk. Namun, warga juga tidak tahu kalau ada tahanan kabur. "Tahu-tahu sekitar pukul 03.00 banyak polisi. Katanya ada tahanan lari," kata seorang warga yang tidak ingin disebut namanya.
Kassubaghumas Polrestabes Surabaya Kompol Lily Djafar menerangkan, kaburnya tujuh tahanan itu diketahui sekitar pukul 01.45. Ketika itu, petugas piket hendak mengecek sel tahanan.
Polisi dengan satu melati di pundak itu melanjutkan, jumlah tahanan Polsek Tambaksari keseluruhan ada 22 orang. Mereka terbagi dalam dua blok. Satu blok berisi sembilan orang dan blok lainnya berisi 13 tahanan. Nah, yang kabur adalah tahanan yang mendekam di blok yang berisi sembilan orang. “Saat blok itu dicek, tinggal dua tahanan,” terang Lily.
Polrestabes Surabaya pun langsung menerjunkan tim khusus untuk menyelidiki kasus tersebut. Termasuk juga kemungkinan sanksi bagi polisi yang lalai. "Saat ini propam sedang menyelediki soal itu (adanya kelalaian atau tidak)," terang Lily.
Mantan Kassubaghumas Polres Pelabuhan Tanjung Perak itu melanjutlan, para pelaku tersebut lari di tempat yang tidak terpantau dari CCTV. "Plafon tersebut letaknya pas di depan kamar mandi. Mereka sudah tahu kalau tempat itu tidak diawasi kamera," sebut Lily.
Saat ini polisi memburu ketujuh nama tersebut. Para tahanan tersebut tersandung beberapa kasus.
Berikut ketujuh nama tahanan yang kabur itu:
1. FADILA ARFAN bin DIDIK SISWANTO, ttl blitar 28 desember 1991, 25 thn, islam, swasta, alamat Jalan Dsn Lingkungan tumpuk RT 02, Rw 05, Wlingi Blitar. Kasus Penganiayaan.
2. JEFRY MARGAPUTRA bin MAX SAPULETE, Ttl sby 05 juni 1995, umur 21 thn, islam, tdk bekerja, almt jl. Krampung tengah 5 b sby, kasus curat.
3. SAIFUL HAG, alamat jl. Kedung rukem 4 no. 53 sby.kasus peredaran sabu-sabu
4. MOCH SHOKIB bin DEIM alamat jl. Kedung klinter 5 no. - sby. Kasus narkoba.
5. BUDI SASMITO, alamat jl. Setro 3 no. 21 sby. Kasus curat

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
