
JANGAN KENDUR: Jajaran Polsek Krian rutin melakukan razia pelajar bermotor.
JawaPos.com – Satlantas Polresta Sidoarjo dan polsek-polsek jajaran terus membumikan program Save Our Student (SOS). Langkah tegas menindak pelajar yang membawa sepeda motor ke sekolah terus digencarkan setiap hari. Tujuannya, memberikan efek jera. Sebab, sejauh ini masih ada pelajar di bawah umur yang nekat membawa motor.
Berdasar catatan kepolisian, ada perubahan tren pelajar yang bermotor. Jumlah anak-anak di bawah umur yang terjaring razia kini didominasi wilayah-wilayah perbatasan atau pinggiran Kota Delta. Padahal, biasanya banyak surat tilang yang diberikan di wilayah pusat kota dan sekitarnya.
Wakasatlantas Polresta Sidoarjo AKP I Gusti Made Merta menyatakan, pihaknya memang tengah mengubah strategi penertiban. Hasil penindakan selama beberapa pekan terakhir menjadi acuannya. Dari evaluasi yang dilakukan, polisi merasa kesadaran berlalu lintas masyarakat di wilayah perbatasan patut mendapat perhatian lebih.
”Jajaran tetap melaksanakan razia seperti biasa. Dari satlantas sifatnya menambah kekuatan personel,” katanya Selasa (11/4).
Gusti menerangkan, perubahan langkah itu bukan tanpa pertimbangan. Kesadaran berlalu lintas harus dipahami semua masyarakat. Bukan hanya mereka yang tinggal di pusat kota dan sekitarnya. ”Upaya penindakan akan terus dilakukan. Gol kita adalah menekan angka kecelakaan di semua kawasan,” ucapnya.
Dari hasil razia di sejumlah kawasan pada hari itu, pihaknya melayangkan 181 surat tilang. Jumlah itu naik dari hari sebelumnya dengan 160 penindakan. ”Mayoritas pelanggaran ditemukan di wilayah perbatasan. Misalnya, Porong dan Krian,” paparnya.
Gusti mengungkapkan, salah satu kawasan yang kini tengah menjadi fokus penertiban adalah Waru. Dia menyoroti pengendara motor yang nekat melintas di atas jembatan layang di luar jam sibuk yang ditentukan. ”Jelas sudah ada rambu-rambu yang terpasang,” ujarnya.
Menurut dia, motor hanya boleh melintas di atas jembatan pada jam-jam tertentu. Misalnya, pukul 06.00–09.00. ”Untuk mengurangi kepadatan volume di jalur bawah. Di luar ketentuan yang sudah dibuat, pengendara akan mendapat penindakan,” ucapnya.
Kasubnit 1 Unit Turjawali Polresta Sidoarjo Ipda Abdul Cholil menambahkan, intensitas razia secara berkala tidak akan dikurangi. Sebab, tindakan tegas menjadi salah satu cara yang ampuh untuk menekan ruang gerak pelajar bermotor. ”Meskipun memang masih ada yang sembunyi-sembunyi,” terang mantan Kanitlantas Polsek Balongbendo tersebut.
Cholil menuturkan, keberadaan pengendara yang belum cukup umur tidak dapat ditoleransi. Mereka tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga pengendara lain di sekitarnya. ”Insiden di Kalipecabean, Candi, misalnya. Motor yang dikendarai anak-anak menabrak truk yang sedang parkir,” ujarnya. (edi/c21/hud/sep/JPG)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
