
PENGUMPUL PERTAMA: Dian Yuniar (kiri) dan Ida Arodha dari The Power of STMJ, pengumpul pertama lomba lampion Festival Cap Go Meh.
JawaPos.com – Satu demi satu karya lampion untuk Festival Cap Go Meh pada 10–11 Februari sudah tiba. Dengan kreativitasnya, peserta mewujudkan tema Indonesiaku Damai.
Satu peserta lomba lampion telah mengumpulkan hasil karyanya Senin (6/2). Ida Arodha dan Dian Yuniar datang ke lokasi festival di Atlantis Land, Kenjeran Park, pukul 10.00. Mereka membawa lampion dengan konsep taman yang dikerjakan dalam waktu 2 hari 1 malam. Pengerjaan dilakukan oleh tiga orang. Mereka tergabung dalam The Power of STMJ. ’’Sampai nggak pulang. Anak pun dibawa menginap,” tutur Ida.
Ibu rumah tangga dari Bratang itu memang penggemar ornamen Tiongkok. Namun, bagi mereka, lampion tidak hanya mewakili kebudayaan Negeri Tirai Bambu. ’’Kami menganggap lampion sebagai seni yang bisa dinikmati semua orang,” ujar Dian. Sesuai dengan tema lomba lampion kali ini, peserta diajak untuk mau mewujudkan kerukunan antarwarga.
Mereka sengaja mengajak anak-anak dalam proses pembuatan lampion. Tujuannya, mengenalkan budaya Tiongkok sekaligus mengajarkan toleransi. Bahwa lampion bukan milik satu kebudayaan saja.
Dian menambahkan, anak-anak mereka pun akan berpartisipasi dalam lomba lampion Festival Cap Go Meh tersebut. Lomba lampion memang dibagi menjadi dua kategori. Yaitu, umum dan anak. Peserta diharuskan memakai halaman-halaman koran Jawa Pos dengan logo Ayam Api sebagai pembungkus utama lampion.
Festival juga bakal dimeriahkan oleh berbagai jenis lomba. Peserta bisa menyalurkan hobi memasak lewat lomba lontong cap go meh. Satu tim terdiri atas dua orang. Peserta pun dibebaskan untuk membawa bahan serta peralatan memasak sendiri.
Lebih suka tampil daripada memasak? Ada lomba kostum. Kreasikan ide-ide berbusana sekreatif-kreatifnya dengan tema Imlek atau Tionghoa. Jangan lewatkan pula lomba karaoke Mandarin. Lomba karaoke dibagi menjadi dua kategori. Yakni, kategori A untuk usia di bawah 17 tahun dan kategori B untuk usia di atas 18 sampai 50 tahun.
Tidak hanya ikut lomba, Anda juga bisa menikmati berbagai acara seperti bazar, parade barongsai, wayang potehi, fengsui, hingga tarot. Temukan berbagai keseruan bulan purnama pertama tahun baru di Festival Cap Go Meh. Siapa tahu Anda mendapatkan hoki di sini. Pendaftaran lomba dibuka sampai 8 Februari 2017. Yang paling penting, pendaftaran gratis. (deb/c7/dos/sep/JPG)

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
