
KERJA KERAS: Petugas gabungan membuat tanggul semipermanen dengan karung pasir.
JawaPos.com – Banjir masih menggenangi Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Pakal. Hingga hari kedua kemarin, air masih bertahan di rumah-rumah warga. Dinas PU dan satgas gabungan dari linmas serta satpol PP mengangkut karung demi karung pasir untuk membuat tanggul darurat di beberapa titik tambak yang jebol.
Berdasar pantauan Jawa Pos kemarin (5/2), akses menuju beberapa dusun di Sumberejo tertutup sepenuhnya oleh air. Misalnya, di Dusun Krenuk dan Tambak Dono. Warga di dua dusun tersebut sulit keluar-masuk karena air mengalir deras di atas badan jalan. Akses jalan tidak bisa ditempuh dengan motor maupun berjalan kaki.
Untuk mengatasinya, tim gabungan pemkot mengerahkan truk, pikap, dan mobil pengangkut. Selain mengangkut material karung pasir, kendaraan tersebut menjadi tumpangan bagi warga yang ingin keluar-masuk dusun.
Muhammad Sholeh yang tinggal di RW 4, Dusun Krenuk, mengatakan, beberapa meter di barat rumahnya terdapat tanggul dari tanah yang berbatasan langsung dengan anak Kali Lamong. Hampir seluruh tambak di utara tanggul tenggelam. Di tanggul tersebut, beberapa titik jebol dan beberapa titik terlalu rendah untuk menahan gempuran air. Satu alat berat dari dinas PU bina marga dan pematusan (DPUBMP) menimbun tanggul dengan karung pasir dan cerucuk bambu.
Menurut Sholeh, air masuk mulai Jumat malam (3/2). Kemudian, air terus meninggi hingga menggenangi jalan raya pada Sabtu siang. Pada Minggu pagi hingga siang, air sudah masuk ke rumah-rumah penduduk. ’’Paling tinggi yang sekarang ini (Minggu siang, Red),’’ ujar Sholeh. Padahal, di Surabaya tidak turun hujan sejak Jumat.
Menurut Camat Pakal Agus Setyoko, selain lima RW yang terendam, banjir mengakibatkan tambak warga rusak. Ada ribuan kepala keluarga yang terdampak banjir. ’’Kerugian material belum sempat kami hitung,’’ katanya.
Agus yakin penyebab banjir adalah luapan Kali Lamong. Ini bukan kali pertama Sumberejo mendapat limpahan air dari daerah tetangga seperti Menganti, Kepatihan, Morowudi, hingga Balongbendo di Mojokerto. Agus menuturkan, pihaknya selalu berkomunikasi intensif dengan petugas di kecamatan-kecamatan tersebut. ’’Biasanya kalau daerah atas air sudah tinggi, tinggal hitungan jam sampai sini tergenang juga,’’ ujar Agus.
Pemkot berencana untuk membangun rumah pompa di Sumberejo. Tujuannya, air bisa didorong lebih cepat ke arah muara Romokalisari. ’’Letaknya di pertigaan Dusun Clangep,’’ jelas Agus. Sumberejo memang langganan banjir. Namun, banjir kali ini tidak separah beberapa tahun lalu. ’’Pada 2013 banjir paling parah,’’ katanya.
Hingga berita ini diturunkan, posko penanggulangan banjir di kantor kelurahan masih ramai oleh lalu-lalang petugas gabungan. Beberapa pejabat balai kota juga tampak hadir. Antara lain, Sekkota Hendro Gunawan, Asisten Pemerintahan Yayuk Eko Agustin, dan beberapa kepala SKPD.
Kepala DPUBMP Erna Purnawati menyatakan, persoalan banjir di Pakal segera teratasi. Dia optimistis Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo segera membangun tanggul banjir baru di sepanjang Kali Lamong.
Erna menjelaskan, proses lelang dan kontrak untuk pembangunan tanggul tersebut sudah diteken BBWS. Dengan demikian, pekerjaan bisa dimulai tahun ini. BBWS sudah menyampaikan langsung lewat sosialisasi seminggu sebelumnya. ’’Sudah mau dikerjakan, cuma keduluan ini (banjir, Red),’’ katanya. Untuk rumah pompa, Erna menyatakan belum bisa digarap pemkot tahun ini.
Nelayan Harus Waspada
INI masih soal cuaca yang tidak menentu. Selama sepekan terakhir, cuaca di sekitar Laut Jawa tidak bersahabat. Ketinggian gelombang bisa mencapai 3 meter dan diperkirakan berlangsung hingga akhir pekan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak menyatakan bahwa ada konvergensi di wilayah perairan Laut Jawa. Yakni, alur angin dari tekanan tinggi menuju tekanan rendah di kawasan Australia. Dampaknya, badai sering terjadi wilayah lautan.
Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Eko Prasetyo menganalogikan laut sebagai landasan pacu angin. Saat angin bergerak dari kawasan bertekanan tinggi ke rendah, landasan pacu ikut tergeser. Akibatnya, gelombang laut sangat tinggi. ’’Rata-rata ketinggian mencapai 3 meter,’’ ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022