Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Januari 2017 | 17.40 WIB

Kader dan Duta Lingkungan itu Berpulang, Gresik Kehilangan

BERDUKA: Pelajar SMAN 1 Gresik takziah ke rumah almarhumah di Jalan Tanjung Harapan III, Perum Gresik Kota Baru. - Image

BERDUKA: Pelajar SMAN 1 Gresik takziah ke rumah almarhumah di Jalan Tanjung Harapan III, Perum Gresik Kota Baru.

JawaPos.com – Rumah keluarga Rifka Oktavia Kholidia di Jalan Tanjung Harapan III, Perum Gresik Kota Baru (GKB), penuh teman-teman Rifka pada Kamis (19/1). Duduk bersila, mereka menengadahkan tangan untuk mendoakan teman mereka yang telah pergi. Banyak yang menangis. ”Kami, keluarga besar SMAN 1 Gresik, sangat berduka,” kata Kepala SMAN 1 Gresik Suswanto.


Rifka dikenal sebagai siswi cerdas. Bungsu di antara dua bersaudara itu aktif dalam kegiatan karya ilmiah remaja (KIR). Dia termasuk anak cerdas dan istimewa. ”Jika ada lomba tingkat nasional, pesertanya diambil dari kelas ini,” kata guru bimbingan dan konseling (BK) SMAN 1 Gresik Siti Fathonah.


Saat masih di SMP Negeri 3 Gresik, Rifka terpilih sebagai duta lingkungan. ”Dia cerdas. Di usia sebelia itu, dia sudah tahu banyak dan peduli lingkungan,” tutur Yudo Siswanto, mantan kepala SMPN 3 Gresik.


Begitu masuk SMAN 1 (Smansa), Rifka mewakili Kabupaten Gresik dalam lomba perencanaan wilayah kota (PWK) di Universitas Gadjah Mada Jogjakarta pada Mei 2016. Karya Rifka dan kawan-kawan yang berjudul Mewujudkan SekolahHijau Melalui Penataan SEKAR (Sampah, Energi, Kantin, Air, dan Ruang Terbuka Hijau) terpilih sebagai pemenang.


”Peran Rifka sangat besar,” kata Ririn Tryanita, teman sekelas Rifka. Tim itu sedang bersiap mengikuti lomba lingkungan di Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya. ”Kami sudah janjian diskusi makalah siang ini (kemarin, Red). Tapi, dia meninggal,” ujar Ririn dengan suara sesenggukan. Dia menangis.


Tragedi yang menimpa Rifka mengundang empati wali murid dan pendidik. Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik Mahin mengingatkan kembali kepada para pelajar di Kota Giri agar memperhatikan keselamatan. Sekolah juga diminta rajin-rajin melakukan sosialisasi kepada siswa dan wali siswa soal larangan membawa kendaraan bermotor jika belum punya SIM.


Dispendik sudah dua kali melakukan memorandum of understanding (MoU) dengan Satlantas Polres Gresik. Mahin juga mengingatkan para orang tua agar memantau buah hatinya. ”Ini demi keselamatan anak-anak kita,” kata Mahin.


Keluarga besar dinas pendidikan menyatakan sangat kehilangan dan berbelasungkawa atas kepergian murid berprestasi tersebut. ”Semoga amal ibadah Ananda Rifka diterima oleh Allah dan kesalahannya diampuni. Keluarga diberi kekuatan dan ketabahan,” ucap Mahin yang sedang berada di Jakarta tadi malam.



Kepala Badan Lingkungan Hidup Gresik Soemarno juga mengaku kehilangan salah seorang kader lingkungan terbaik di Gresik. Menurut Soemarno, Rifka sangat aktif sebagai duta lingkungan. Dalam kegiatan adiwiyata dan hari lingkungan hidup, Rifka selalu tampil. ”Kami berduka dengan musibah ini,” tutur Soemarno. (mar/c10/roz/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore