Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 19 Januari 2017 | 23.33 WIB

Polisi Telusuri Teman-Teman Nova, Kasus Penemuan Mayat di Karang Pilang

Teka Teki Kematian Nova - Image

Teka Teki Kematian Nova

JawaPos.com – Penemuan jenazah Nova Ardiansyah alias Topeng di Kalimas, Karang Pilang, Selasa lalu (17/1) masih menyimpan teka-teki. Pencarian sepeda motor Yamaha Vixion yang dibawa Nova juga masih menemui jalan buntu. Namun, polisi sudah menemukan pemilik sepeda motor tersebut.


Sepeda motor warna biru itu ternyata bukan milik Nova. Berdasar hasil penyelidikan, korban diketahui memang kerap membawa motor orang lain. Bahkan, motor milik keluarganya juga tidak luput dari sasaran. ”Setelah dibawa, motor itu digadaikan,” terang Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga, Rabu (18/1).


Sumber internal Jawa Pos di kepolisian menyebutkan bahwa motor terakhir yang dibawa Nova adalah milik salah seorang kawannya yang bernama Catur. Dia tinggal di Sepanjang.


Kepada polisi, Catur mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki masalah dengan Nova. Dia membenarkan bahwa sepeda motor bernopol W 6471 ZZ itu dibawa Nova.


Dia juga mengetahui Nova sering menggadaikan motor. Tapi, keduanya sudah membuat perjanjian tertulis. ”Kalau dalam waktu sebulan motor itu tidak dikembalikan, Catur akan melaporkan korban ke polisi. Tapi, saat ini masih belum jatuh tempo pengembalian,” ujar polisi yang menyelidiki kasus tersebut.


Berdasar keterangan itu, polisi belum bisa menyimpulkan ada atau tidaknya konflik sebelum korban tewas. Mereka masih enggan berspekulasi soal penyebab kematian Nova. Korps seragam cokelat tidak mau menyebut Nova tewas karena dibegal atau dibunuh. ”Yang jelas, korban meninggal karena tenggelam. Ini dibuktikan dengan adanya pasir yang masuk ke paru-paru korban,” tegas Shinto.


Berdasar hasil otopsi, juga diketahui bahwa tengkorak korban retak. Namun, penyebabnya masih diselidiki lebih lanjut. Yang jelas, dari keterangan dokter kepada polisi, memang ada kelainan genetik pada kepala korban sejak kecil. ”Jadi, tulang tengkoraknya cenderung berbeda dengan orang kebanyakan,” beber alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1999 tersebut.


Terkait dengan hal itu, keluarga korban memberikan keterangan berbeda. Nova tidak pernah sakit yang macam-macam. ”Nggak punya riwayat sakit. Termasuk sakit kepala,” ucap kakak korban bernama Wahyudi.


Ketika ditanya mengenai hasil visum adiknya, Wahyudi mengatakan bahwa pihak keluarga tidak diberi hasil visum Nova. ”Pas saya nanya, mereka angkat tangan. Bukan wewenang mereka katanya,” sebutnya.


Polisi juga belum bisa menetapkan lokasi pasti korban tenggelam. Kalau melihat lokasi penemuan yang berada di Karang Pilang, bisa jadi korban tenggelam di Sidoarjo. Sebab, wilayahnya memang berbatasan dengan Sepanjang. Apalagi, Nova juga sering main ke Sidoarjo.


Hingga kini, penyebab kematian Nova masih menjadi tanda tanya. Sebab, orang terdekatnya (keluarga maupun tetangga) tidak mengetahui dengan siapa saja Nova bergaul.


Suasana duka juga masih menyelimuti kediaman korban. Pintu rumah yang berada di gang sempit di Kebonsari I No 31 tersebut masih terbuka untuk semua orang yang ingin mengucapkan belasungkawa. Kursi-kursi hijau masih berjejer rapi di depan rumah Nova yang berada di pojokan gang sempit tersebut.



Jenazah Nova baru bisa dikebumikan pada pukul 02.00 karena menunggu tuntasnya otopsi. (did/c7/bin/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore