Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 November 2016 | 21.03 WIB

Peredaran Pil Dobel L Tak Mengenal Zona Merah, Telusuri Pengedar di Kalangan Pelajar

SASARAN PENGEDAR: Sebanyak 25 pelajar yang pernah mengonsumsi pil dobel L menerima penyuluhan setelah rehabilitasi dari konselor BNNK. - Image

SASARAN PENGEDAR: Sebanyak 25 pelajar yang pernah mengonsumsi pil dobel L menerima penyuluhan setelah rehabilitasi dari konselor BNNK.

JawaPos.com BNN Kota Surabaya terus menelusuri jaringan pengedar pil dobel L yang menyasar pelajar. Mereka meyakini bahwa barang haram tersebut disebarkan oleh orang yang sudah dikenal.



Kepala BNNK Surabaya AKBP Suparti menjelaskan, pengedar biasanya mendekati pelajar di luar lingkungan sekolah. Anak-anak yang masih polos itu diperkenalkan dengan pil koplo.



Biasanya, mereka bertemu saat cangkrukan di warung. ”Dari sana, anak-anak yang bertemu dengan pengedar tersebut mengenalkan ke teman-temannya di sekolah,” tuturnya.



Pola seperti itu, ujar dia, lumrah terjadi. Artinya, pengedar tidak langsung masuk ke lingkungan sekolah. Dia merekrut tangan kanan yang mempunyai pengaruh besar di sekolah.



Terutama pelajar yang memiliki banyak teman. BNNK pernah menemukan fakta bahwa pengedar mendekati pelajar perempuan. Biasanya, pelajar perempuan akan dipacari terlebih dahulu, lalu dicekoki narkoba.



”Tapi, sekarang mulai bergeser. Anak laki-laki bisa didekati,” terang polisi dengan dua melati di pundak tersebut. Dalam hal itu, pengedar cukup lihai melihat karakter anak.



Mereka tahu anak yang mempunyai keberanian. Mengenai wilayah persebarannya, analisis BNNK menunjukkan bahwa peredaran pil dobel L tidak mengenal zona merah.



Dengan kata lain, peredarannya bisa menyebar ke sekolah mana saja. Kebanyakan memang menyasar sekolah menengah tingkat pertama.



Sejauh ini sudah ada 25 pelajar SMP yang menjalani program pascarehabilitasi. Upaya BNNK adalah meminimalkan peluang korban penyalahgunaan itu untuk bergaul dengan pengedar lagi.



Komunikasi dengan pengedar sudah diputus. Untuk pengembangan penyelidikan, BNNK sudah mengantongi beberapa nama bandar yang diincar.



Pada bagian lain, BNNK kembali menerima pengaduan tentang adanya pelajar pembawa dobel L pada Jumat (18/11).



Seorang guru dari sebuah SMA swasta mendapati muridnya membawa 100 butir pil dobel L di dalam tas. ”Ini bukti bahwa tenaga pendidik sudah mau melek terhadap bahaya narkoba,” ujar Suparti.



Setelah diselidiki, pelajar yang menjual dobel L tersebut tergabung dalam jaringan pelaku yang pernah ditangkap Polsek Tegalsari. BNNK pun melimpahkan anak itu ke polisi. (did/rid/c20/fal/sep/JPG)

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore