
SASARAN PENGEDAR: Sebanyak 25 pelajar yang pernah mengonsumsi pil dobel L menerima penyuluhan setelah rehabilitasi dari konselor BNNK.
JawaPos.com – BNN Kota Surabaya terus menelusuri jaringan pengedar pil dobel L yang menyasar pelajar. Mereka meyakini bahwa barang haram tersebut disebarkan oleh orang yang sudah dikenal.
Kepala BNNK Surabaya AKBP Suparti menjelaskan, pengedar biasanya mendekati pelajar di luar lingkungan sekolah. Anak-anak yang masih polos itu diperkenalkan dengan pil koplo.
Biasanya, mereka bertemu saat cangkrukan di warung. ”Dari sana, anak-anak yang bertemu dengan pengedar tersebut mengenalkan ke teman-temannya di sekolah,” tuturnya.
Pola seperti itu, ujar dia, lumrah terjadi. Artinya, pengedar tidak langsung masuk ke lingkungan sekolah. Dia merekrut tangan kanan yang mempunyai pengaruh besar di sekolah.
Terutama pelajar yang memiliki banyak teman. BNNK pernah menemukan fakta bahwa pengedar mendekati pelajar perempuan. Biasanya, pelajar perempuan akan dipacari terlebih dahulu, lalu dicekoki narkoba.
”Tapi, sekarang mulai bergeser. Anak laki-laki bisa didekati,” terang polisi dengan dua melati di pundak tersebut. Dalam hal itu, pengedar cukup lihai melihat karakter anak.
Mereka tahu anak yang mempunyai keberanian. Mengenai wilayah persebarannya, analisis BNNK menunjukkan bahwa peredaran pil dobel L tidak mengenal zona merah.
Dengan kata lain, peredarannya bisa menyebar ke sekolah mana saja. Kebanyakan memang menyasar sekolah menengah tingkat pertama.
Sejauh ini sudah ada 25 pelajar SMP yang menjalani program pascarehabilitasi. Upaya BNNK adalah meminimalkan peluang korban penyalahgunaan itu untuk bergaul dengan pengedar lagi.
Komunikasi dengan pengedar sudah diputus. Untuk pengembangan penyelidikan, BNNK sudah mengantongi beberapa nama bandar yang diincar.
Pada bagian lain, BNNK kembali menerima pengaduan tentang adanya pelajar pembawa dobel L pada Jumat (18/11).
Seorang guru dari sebuah SMA swasta mendapati muridnya membawa 100 butir pil dobel L di dalam tas. ”Ini bukti bahwa tenaga pendidik sudah mau melek terhadap bahaya narkoba,” ujar Suparti.
Setelah diselidiki, pelajar yang menjual dobel L tersebut tergabung dalam jaringan pelaku yang pernah ditangkap Polsek Tegalsari. BNNK pun melimpahkan anak itu ke polisi. (did/rid/c20/fal/sep/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
