Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 April 2018 | 03.15 WIB

Pemkot Surabaya Akan Benahi Bangunan Cagar Budaya

Rumah Abu Han di Jalan Karet, Surabaya, yang menjadi salah satu bangunan cagar budaya. - Image

Rumah Abu Han di Jalan Karet, Surabaya, yang menjadi salah satu bangunan cagar budaya.

JawaPos.com - Kota Pahlawan akan memperingati Hari Jadi ke-725. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyambutnya dengan serangkaian pembenahan tata kota. Salah satunya pembenahan bangunan yang masuk dalam cagar budaya.


Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bersama Tim Cagar Budaya Kota Surabaya telah melakukan pendataan ke sejumlah lokasi. Antara lain di kawasan Jalan Bubutan, Jalan Rajawali, Jalan Indrapura, Jalan Karet, Jalan Kembang Jepun, Dukuh, dan Kenjeran.


Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, ada belasan bangunan yang ditetapkan sebagai cagar budaya. Beberapa hanya ditata seadanya. Bahkan ada bangunan yang masih mangkrak.


Karenanya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mensosialisasikan dan mengajak pemilik bangunan untuk melakukan penataan. Tujuannya supaya warga Surabaya tahu bahwa bangunan tersebut adalah cagar budaya. "Ya, bisa dengan pengecatan ulang atau bentuk renovasi lainnya," kata Irvan ditemui wartawan di rumah Abu Han, Jalan Karet, Surabaya, Senin (16/4).


Namun, pembenahan gedung atau bangunan cagar budaya tersebut tidak sepenuhnya diserahkan kepada pemilik. Pemkot Surabaya akan berkoordinasi dengan kecamatan dan kelurahan setempat.


"Misalnya rumah Abu Han di Jalan karet. Bangunan khas Tiongkok itu sudah berdiri sejak ratusan tahun lalu. Itu sangat berpotensi jadi destinasi wisata," ujar Irvan.


Sementara itu, Pakar Tata Kota Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Johan Silas membenarkan potensi Surabaya sebagai kota wisata. Banyak pihak yang peduli dengan Kota Pahlawan.


Bahkan, pemerintah dari negara lain banyak yang menaruh perhatian terhadap Ibu Kota Jawa Timur tersebut. Namun, banyak kawasan wisata di Surabaya yang tergolong kurang diperhatikan.


Menurut Johan, hanya butuh pembenahan dasar agar potensi wisata suatu kawasan dapat ditonjolkan. Yakni, pembenahan akses jalan. "Nggak perlu terlalu lebar. Cukup selebar bus ukuran medium. Supaya tidak terlalu berisik dengan suara arus kendaraan," terang Johan.


Kemudian pembenahan di aspek fasilitas penerangan atau lampu jalan dan ketersediaan air bersih. "Kalau sudah begitu, otomatis akan menarik pihak swasta atau bahkan asing yang ingin berinvestasi di Surabaya," imbuh Johan.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore