
Rumah Abu Han di Jalan Karet, Surabaya, yang menjadi salah satu bangunan cagar budaya.
JawaPos.com - Kota Pahlawan akan memperingati Hari Jadi ke-725. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyambutnya dengan serangkaian pembenahan tata kota. Salah satunya pembenahan bangunan yang masuk dalam cagar budaya.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bersama Tim Cagar Budaya Kota Surabaya telah melakukan pendataan ke sejumlah lokasi. Antara lain di kawasan Jalan Bubutan, Jalan Rajawali, Jalan Indrapura, Jalan Karet, Jalan Kembang Jepun, Dukuh, dan Kenjeran.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, ada belasan bangunan yang ditetapkan sebagai cagar budaya. Beberapa hanya ditata seadanya. Bahkan ada bangunan yang masih mangkrak.
Karenanya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mensosialisasikan dan mengajak pemilik bangunan untuk melakukan penataan. Tujuannya supaya warga Surabaya tahu bahwa bangunan tersebut adalah cagar budaya. "Ya, bisa dengan pengecatan ulang atau bentuk renovasi lainnya," kata Irvan ditemui wartawan di rumah Abu Han, Jalan Karet, Surabaya, Senin (16/4).
Namun, pembenahan gedung atau bangunan cagar budaya tersebut tidak sepenuhnya diserahkan kepada pemilik. Pemkot Surabaya akan berkoordinasi dengan kecamatan dan kelurahan setempat.
"Misalnya rumah Abu Han di Jalan karet. Bangunan khas Tiongkok itu sudah berdiri sejak ratusan tahun lalu. Itu sangat berpotensi jadi destinasi wisata," ujar Irvan.
Sementara itu, Pakar Tata Kota Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Johan Silas membenarkan potensi Surabaya sebagai kota wisata. Banyak pihak yang peduli dengan Kota Pahlawan.
Bahkan, pemerintah dari negara lain banyak yang menaruh perhatian terhadap Ibu Kota Jawa Timur tersebut. Namun, banyak kawasan wisata di Surabaya yang tergolong kurang diperhatikan.
Menurut Johan, hanya butuh pembenahan dasar agar potensi wisata suatu kawasan dapat ditonjolkan. Yakni, pembenahan akses jalan. "Nggak perlu terlalu lebar. Cukup selebar bus ukuran medium. Supaya tidak terlalu berisik dengan suara arus kendaraan," terang Johan.
Kemudian pembenahan di aspek fasilitas penerangan atau lampu jalan dan ketersediaan air bersih. "Kalau sudah begitu, otomatis akan menarik pihak swasta atau bahkan asing yang ingin berinvestasi di Surabaya," imbuh Johan.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
