Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 November 2016 | 22.10 WIB

Belajar Bahasa Isyarat Signalong di Sekolah Inklusif Galuh Handayani, Semua Orang Bisa Menerapkan

Ayo Praktik Signalong - Image

Ayo Praktik Signalong

Empat tahun sudah Sekolah Inklusif Galuh Handayani menerapkan pembelajaran dengan menggunakan Signalong. Bahasa isyarat yang berkembang di Inggris itu mudah dipelajari semua orang. Termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus.





TEPAT pukul 08.00, bel sekolah berbunyi. Murid-murid turun ke halaman untuk mengikuti apel pagi. Para guru membantu mereka merapikan barisan. Tak lama kemudian, upacara dimulai.



Upacara berjalan layaknya sekolah lain. Para murid berbaris dengan rapi, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan mendengarkan sambutan dari guru yang bertugas.



Bedanya, semua materi tidak hanya disampaikan melalui ucapan. Tetapi, juga menggunakan bahasa isyarat dengan gerakan tangan. Bahasa isyarat itulah yang disebut Signalong.



Sejak empat tahun terakhir, Sekolah Galuh Handayani akrab dengan bahasa tersebut. Awalnya, dikenalkan oleh Prof Kieron Sheehy dari Open University United Kingdom pada 2012.



Bersama Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dia menjadikan Galuh Handayani sebagai sekolah sasaran pelatihan Signalong.



Ketua Yayasan Galuh Handayani Sri Sedyaningrum mengatakan, dirinya langsung tertarik saat pertama dikenalkan pada Signalong. Guru-guru pun dilatih untuk mempelajari bahasa isyarat tersebut.



Setelah cukup mahir, baru kemudian diterapkan kepada siswa. Sejak 2014, Signalong masuk dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) di sekolah itu.



Cara mempraktikkan Signalong tidak jauh berbeda dengan isyarat yang biasa dilakukan masyarakat selama ini. Misalnya, isyarat lari dilakukan dengan gerakan tangan diayunkan seperti sedang berlari.



Perasaan sedih ditunjukkan dengan ekspresi muka sedih dan dua jari telunjuk menunjuk ke arah mata. ”Sama seperti yang kita lakukan sehari-hari. Jadi, semua bisa mempraktikkan,” tuturnya.



Tidak hanya itu. Signalong juga termasuk bahasa yang fleksibel. Penggunaannya bisa disesuaikan dengan kebiasaan di setiap negara. Misalnya, ibadah.



Di Inggris, isyarat ibadah dilakukan dengan menangkupkan kedua tangan di depan dada. Di Indonesia yang rata-rata penduduknya muslim, isyarat salat dilakukan dengan gerakan takbiratul ihram.



Yakni, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu bersedekap di bawah dada. Di Galuh Handayani, praktik Signalong diajarkan melalui lagu pada saat apel pagi.



Senin (14/11) para murid di sekolah itu menyanyikan lagu Old McDonald Had A Farm dan Tek Kotek-Kotek. Mereka juga mengikuti instruksi dari guru dan siswa ambassador yang memberikan arahan di barisan depan.



Agar gerakannya lebih sempurna, para siswa juga mempelajari gerakan itu di kelas. Meski terlihat simpel, mengajari anak-anak berkebutuhan khusus tetap membutuhkan kesabaran.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore