
Grafis
JawaPos.com- Mana julukan yang tepat buat Samsul Hadi: pendidik atau ”pemangsa” siswa? Bertahun-tahun, lelaki 42 tahun itu telah belasan kali mencabuli anak-anak didiknya dengan buas. Seorang siswi madrasah ibtidaiyah bahkan sudah dinodai. Korbannya total delapan anak.
Polisi bersama tokoh masyarakat akhirnya menangkap pria bejat yang tinggal dan mengajar di Desa Sembung, Kecamatan Wringinanom, Gresik tersebut. Perkara pencabulan itu kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik.
Informasinya, perbuatan asusila terhadap delapan korban terjadi mulai 2013 hingga 2014. Waktu itu mereka duduk di kelas V dan VI. Sekarang semua korban sudah berada di bangku kelas VIII SMP.
Bagaimana bisa terbongkar? Awalnya, korban bercerita kepada teman-teman sekolah. Mereka mengaku pernah dicabuli pak guru bejat itu. Seorang siswa, Dinda (samaran), lantas menceritakan curhatan para korban kepada orang tua mereka. Marahlah sang orang tua.
Salah seorang korban lainnya, Dara (juga samaran), lantas dicecar pertanyaan oleh orang tuanya. Remaja 14 tahun itu akhirnya buka mulut. Selama belajar di madrasah ibtidaiyah (MI), mereka kerap jadi pelampiasan syahwat. Samsul memperlakukan murid-murid yang seharusnya dilindungi itu sebagai budak nafsu.
Dara saja mengaku dicabuli hingga 13 kali selama 2013 hingga 2014. ”Bahkan, dia disetubuhi pelaku sekali,” ungkap sumber Jawa Pos di Polres Gresik. Betapa nelangsa hati orang tua Dara. Minggu malam (6/11) mereka melapor ke Polsek Wringinanom.
Ternyata, Dara bukanlah satu-satunya korban pelecehan seksual Samsul. ”Ada satu korban lagi yang melapor juga,” ujar Kapolsek Wringinanom AKP Rudi Hartono.
Senin pagi (7/11) AKP Rudi bertindak. Setelah berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan perangkat Desa Sembung, Samsul diringkus di rumahnya, tak jauh dari madrasah. Dia tinggal bersama istrinya dan belum dikaruniai anak.
Lembaga pendidikan tempat pelaku mengajar dikepalai istri tersangka. Di lembaga itu ada taman kanak-kanak (TK), madrasah ibtidaiyah (MI), dan taman pendidikan Quran (TPQ). Kalau pagi, Samsul mengajar di TK dan MI. Sore dia mengajar di TPQ. Jumlah seluruh siswa sekitar 200 anak.
Aparat hukum dan masyarakat khawatir perbuatan laknat itu menimpa lebih banyak korban lagi. Mereka sepakat. Samsul harus ditangkap. Masyarakat tidak percaya lagi dengan lagak pemangsa anak yang sok alim tersebut. ”Waktu kami tangkap (Senin, Red), pelaku tidak melawan,” ungkap AKP Rudi.
Mantan Kapolsek Ujungpangkah itu lantas memeriksa langsung Samsul di Mapolsek Wringinanom. Setelah dirasa cukup, penanganan kasus tersebut dilimpahkan ke Polres Gresik. Unit PPA satreskrim pun menginterogasi Samsul. Dia mengaku.
Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Gresik Iptu Boediono membenarkan bahwa polres menerima limpahan kasus pencabulan anak di bawah umur dari wilayah hukum Polsek Wringinanom. Penyidik masih memeriksa para korban. ”Pelaku juga sudah kami tahan,” ujar Boediono kemarin (9/11).
Mengapa begitu tega mencabuli begitu banyak siswa? ”Saya khilaf, Pak,” ujar Boediono menirukan ucapan Samsul. Namun, polisi masih menyelidiki lebih dalam. Pengakuan pelaku tidak begitu saja dipercaya.
Samsul sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dia bakal menghadapi ancaman hukuman berat karena melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak. ”Ancaman hukumannya di atas lima tahun,” tegas mantan Kanitreskrim Polsek Kebomas itu. Boediono menegaskan, pemeriksaan masih berlanjut. Sebab, jumlah korban terus bertambah. Awalnya, hanya terdapat dua pelapor. Kini sudah ada delapan orang. (yad/c6/roz)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
