
CEK LENGKAP: Nur Alifah, peserta lomba ibu hamil sehat menjalani pemeriksaan gigi untuk menghindari nyeri sebagai salah satu pemicu preeklamsia.
JawaPos.com – Kesehatan ibu berpengaruh pada kondisi bayi dalam kandungan. Karena itu, diperlukan motivasi dan pemahaman agar kesehatan ibu hamil tetap terjaga.
Salah satunya, diadakan lomba ibu hamil sehat, Senin (7/11). Lomba yang digelar di Rumah Sakit Petrokimia Gresik tersebut diikuti 23 ibu hamil. Bidan lantas memeriksa kondisi ibu hamil satu per satu.
Mulai kesehatan gigi, kondisi klinis ibu, hingga calon bayi yang dikandung. Ibu hamil yang dianggap paling sehat akan didaulat sebagai juara.
”Peserta lomba sudah terseleksi,” tutur dr Ummi Khoiroh, ketua panitia lomba ibu hamil sehat. Lomba itu menjadi rangkaian peringatan hari kesehatan nasional (HKN).
Perempuan yang menjabat kepala seksi kesehatan ibu anak dan keluarga berencana Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik tersebut mengaku masih banyak ibu hamil yang tidak memahami faktor risiko tinggi kehamilan.
Ketidaktahuan itu mengakibatkan keterlambatan. ”Mulai terlambat mengambil keputusan hingga terlambat mendapatkan rujukan,” terangnya. Hal tersebut meningkatkan angka kematian ibu dan bayi.
Hingga Oktober, ada 16 ibu hamil yang meninggal. ’’Sementara itu, kasus kematian bayi mencapai 63 jiwa,’’ lanjutnya. Salah satu faktor penyebab kematian ibu hamil adalah hipertensi pada kehamilan atau preeklamsia (PE).
Karena itu, gigi ibu hamil diperiksa. ”Nyeri pada gigi menjadi salah satu pemicu PE. Jadi, pemeriksaan gigi penting dilakukan ketika hamil,” jelasnya. Tinggal di kawasan industri juga berpengaruh.
Banyak ibu rumah tangga yang memutuskan untuk bekerja. Hal tersebut berdampak pada kesehatan. ”Mereka (Ibu, Red) rata-rata kena sif. Jadi, pola makan dan tidur tidak teratur. Akibatnya, gizi ibu hamil terganggu,” paparnya.
Gizi ibu hamil berperan penting untuk kesehatan calon bayi. Ibu hamil yang kurang gizi berpotensi melahirkan bayi dengan kondisi berat bayi lahir rendah (BBLR). Cirinya, lingkar lengan ibu kurang dari 23,5 sentimeter.
”Artinya, status gizi ibu hamil kurang. Sementara itu, banyak bayi yang meninggal karena BBLR,” ungkapnya. Menurut Ummi, lomba tersebut bisa memasyarakatkan pola hidup sehat untuk ibu hamil.
Jadi, angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) bisa ditekan seminimal mungkin. ”Memang diperlukan motivasi dan pemahaman kepada seluruh ibu hamil,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Petrokimia Gresik dr Ahdian Saptavani berharap para peserta tidak hanya mengejar gelar juara. Yang paling penting adalah kesehatan bayi dalam kandungan.
”Hal tersebut bisa meningkatkan derajat kesehatan ibu hamil,” tuturnya. Pihaknya memang berkomitmen memberikan pelayanan terbaik untuk ibu hamil.
Karena itu, ada empat spesialis kandungan yang disiagakan 24 jam. Tujuannya, mengantisipasi kasus kegawatdaruratan. (adi/c16/ai/sep/JPG)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
