
TERDAMPAK: Santi menjual beras eceran dan kemasan di Pasar Kota, Gresik.
JawaPos.com – Penggerebekan PT Indo Beras Unggul (IBU) yang diduga melakukan pengoplosan beras berdampak pada sektor perdagangan daerah. Penjual kebutuhan pokok kelimpungan. Sebab, minat masyarakat membeli beras dalam kemasan anjlok.
Santi, pedagang Pasar Kota Gresik, menyatakan bahwa bahan nasi dalam kemasan mulai dihindari. Penjualan turun hingga 40 persen. ”Dulu saya bisa menjual 10 karung beras dengan ukuran 5 kilogram dalam sehari. Sekarang hanya 6 karung,” tuturnya.
Padahal, Santi tak menjual beras cap Maknyuss dan Ayam Jago. Menurut dia, dua jenis beras itu sebenarnya sudah lama tak dijual di tokonya. Alasannya, dia kesulitan menjual karena sebagian konsumennya adalah masyarakat menengah ke bawah. Setelah turunnya penjualan beras kemasan, dia mulai mengambil langkah alternatif. Dia mengurangi stok beras kemasan. Sebagai gantinya, dia memperbanyak penjualan secara eceran.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Gresik Agus Budiono menjelaskan, laporan tertulis beredarnya beras oplosan di wilayah Kota Pudak belum muncul. Namun, pemkab bakal mengambil langkah dengan memantau peredaran beras. ”Besok (hari ini, Red) kami mengumpulkan pihak-pihak terkait. Ada koordinasi soal langkah selanjutnya,” ujarnya pada akhir pekan (23/7).
Agus menuturkan, diskoperindag bakal bertindak tegas. Operasi untuk membersihkan jenis beras oplosan tidak hanya dilakukan di pasar, tapi juga di toko modern. Berdasar pantauan, beras merek Maknyuss masih beredar di sejumlah toko modern di Gresik. Pegawai toko beralasan belum ada perintah atasan untuk menarik.
Sebelumnya, kasus beras oplosan juga terjadi di Kota Pudak. Minggu (28/5) Tim Sapu Bersih (Saber) Pangan Polres Gresik menggerebek tempat penggilingan padi UD Talang Mas di Cerme. Aparat mengamankan 55 karung beras. Sebagian besar berukuran 25 kilogram.
Saat itu ribuan kilogram beras tersebut dikemas dan siap dipasarkan. Ada 37 karung beras yang dikemas dalam karung merek Cendrawasih. Lalu, kemasan karung bermerek Ikan Paus mencapai 22 karung.
Modus pengoplosan cukup merugikan. Pelaku mencampurkan beras hasil penggilingan dengan pembersih piring. Karena itu, beras menjadi sangat putih dan terlihat berkualitas tinggi. Jika di-pususi, beras akan berbusa.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Deretan 11 Kuliner Pempek Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Kasus Korupsi Sritex, Mantan Dirut Bank Jateng Dituntut 10 Tahun
Sisa 6 Laga Tersisa, Ini Jadwal Persib, Borneo FC, dan Persija di Super League! Siapa yang Jadi Juara
