
Ilustrasi
JawaPos.com – Alternatif transportasi menuju Madura bakal kian beragam. Sabtu (22/7), pesawat ATR-72 milik maskapai Wings Air terbang dari Bandara Internasional Juanda pukul 14.00. Tujuannya adalah Bandara Trunojoyo, Sumenep. Perjalanan ditempuh sekitar 30 menit dan sukses.
Kepala Dishub Jatim Wahid Wahyudi menyatakan, uji coba berlangsung sesuai rencana. Wings Air tinggal melakukan studi kelayakan. Semua aspek menjadi bahan materi analisis. Di antaranya, prediksi jumlah penumpang, cuaca, serta dukungan logistik untuk penerbangan.
’’Hasil studi itu untuk menentukan apakah rute Surabaya–Sumenep dan sebaliknya layak dikomersialkan,’’ katanya. Apabila layak, Wings Air akan mengajukan slot ke Kantor Otoritas Bandara Wilayah III di Juanda. Setelah izin slot turun, Wings Air baru bisa melayani penerbangan dengan rute tersebut.
Kantor Otoritas Bandara Wilayah III lebih dulu melakukan evaluasi gedung terminal di Sumenep, apakah sesuai dengan standard operating procedure (SOP) yang ditetapkan. Mulai aspek keamanan hingga keselamatan. Sebab, selama ini, bandara itu hanya melayani pesawat perintis dan pesawat latih.
Pesawat perintis melayani rute tersebut sejak Februari. Pesawat pada penerbangan perdana yang melayani rute itu adalah milik PT Airfast Indonesia. Saat itu, ada empat penumpang. Yakni, Kepala Unit Penyelenggara Bandara Trunojoyo Wahyu Siswoyo, Kepala Dinas Perhubungan Sumenep Sustono, pilot, dan kopilot.
Pesawat tersebut berangkat dari Sumenep pukul 08.00 dan tiba di Bandara Juanda 40 menit kemudian. Pesawat yang terbang adalah Twin Otter DHAC 300 yang berkapasitas 15 orang sekali angkut. Setelah sukses terbang, pesawat itu mulai membuka layanan. ’’Mulai dikaji untuk layanan pesawat komersial dengan kapasitas yang lebih besar,’’ ujarnya.
Wahid berharap lalu lintas udara Surabaya–Sumenep segera tersambung. Bukan hanya pesawat perintis, tetapi juga pesawat komersial. Saat ini, perjalanan menuju Sumenep didominasi angkutan darat. Waktu tempuhnya bisa lebih dari empat jam.
Padahal, banyak destinasi wisata di kabupaten tersebut. Apabila pesawat komersial beroperasi, potensi wisatawan untuk menuju tempat itu kian besar. ’’Semua bergantung pada kajian yang dilakukan Wings Air,’’ ungkap Wahid.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
