Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 17 Februari 2017 | 18.06 WIB

Razia Angkut Delapan Gepeng ke Liponsos, Setiap Kecamatan Harus Ikut Bergerak

PENEGAKAN PERDA: Satpol PP mengangkut gepeng yang masih beroperasi. - Image

PENEGAKAN PERDA: Satpol PP mengangkut gepeng yang masih beroperasi.

JawaPos.comProblem sosial anak jalanan (anjal) serta gelandangan dan pengemis (gepeng) masih menyelimuti Kota Delta. Razia berkala agar ada efek jera perlu dilakukan. Nah, Kamis (16/2) Satpol PP Sidoarjo kembali menertibkan anjal dan gepeng di wilayah kota.


Ada delapan gepeng yang diangkut petugas. Mereka ditemukan di sejumlah kawasan yang memang dikenal ramai. Berdasar hasil pemeriksaan, beberapa gepeng bukan warga asli Sidoarjo, melainkan dari luar daerah. ’’Langsung kami serahkan ke liponso s,” ujar Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Sidoarjo Yany Setyawan.


Polisi melakukan penertiban mulai pukul 07.30. Setelah apel, puluhan petugas menyisir titik-titik yang terindikasi menjadi tempat mangkal para anjal dan gepeng. Di antaranya, Jalan Gajah Mada, Jalan Majapahit, Jalan Raya Candi, dan sekitar alun-alun. ’’Razia dengan sistem hunting,” katanya.


Di Jalan Gajah Mada dan Jalan Raya Candi, petugas menemukan seorang gepeng. Nah, saat beroperasi di sekitar alun-alun, petugas mendapati enam gepeng. ’’Mayoritas ditemukan di area paseban,” tutur Yany.


Tiga gepeng yang diangkut ke liponsos berasal dari berbagai daerah. Di antaranya, Mojokerto, Pasuruan, dan Sampang. ’’Berangkat pagi dari daerah masing-masing dengan angkutan umum. Malamnya mereka pulang,” ungkapnya.


Mantan sekretaris Kecamatan Tanggulangin itu menegaskan, pihaknya siap menjalankan penertiban rutin. Selain menyasar anjal serta gepeng, patroli difokuskan pada pedagang kaki lima (PKL) yang melanggar peraturan daerah (perda). ’’Patroli rutin sudah dilakukan,” terangnya.


Menurut Yany, dibutuhkan waktu untuk bisa menghilangkan anjal dan gepeng di Kota Delta. Sebab, sasaran yang dipantau juga melihat situasi sebelum keluar ke jalan. ’’Mereka langsung lari ketika melihat petugas,” ucapnya.


Dia berharap petugas di setiap kecamatan mengambil tindakan serupa. Dengan begitu, penertiban berlangsung lebih optimal. ’’Yang pasti, berbagai pola akan terus dicoba untuk menghilangkan anjal dan gepeng,” katanya.


Problem anjal dan gepeng yang berkeliaran di jalanan mendapat perhatian khusus dari Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Saat menghadiri majelis zikir Minggu (12/2), dia berharap seluruh daerah terbebas dari anjal dan gepeng tahun ini. Pemerintah daerah diimbau serius mencari solusi permasalahan tersebut.



Hal itu juga didukung kalangan DPRD Sidoarjo. Diharapkan, pemkab merancang program yang menyelesaikan masalah anjal dan gepeng secara berkelanjutan. Tidak sekadar menampung di liponsos, tapi juga memberdayakan secara berkesinambungan hingga mereka mampu hidup mandiri. (edi/c18/hud/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore