
CANTIK: salah satu gambar yang ada di tembok Taman Hiburan Pantai Kenjeran, Surabaya.
JawaPos.com- Surabaya kini memiliki jujugan wisata mural. Lokasinya sepanjang tembok Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran. Sejumlah komunitas masih berupaya menuntaskan lukisan di tembok dengan aneka gambar bertema pesisir. Namun, beberapa gambar lainnya sudah selesai.
Anggota komunitas mural Macguffin, Demsey Saya Nagara, salah satunya. Demsey menggambar wajah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan hiu. Gambar tersebut didesain retro style. Dibuat menyerupai game lawas dengan piksel kotak-kotak. Tujuannya, gambar yang dia buat tidak sama dengan peserta lain. ”Biar tidak gambar realis semua. Bosan,” kata Demsey, lalu membetulkan kacamata hitamnya yang melorot.
Di kanan Demsey, ada Muhammad Nur Hidayat. Dia juga tengah menyelesaikan gambar perahu. Di sampingnya ada nelayan yang mendapat tangkapan ikan melimpah. Serenada Aflahi yang berdiri di sisi kiri juga tidak mau kalah. Dia menggambar rumah-rumah penduduk di daratan. ”Jadi, yang di tengah ini Bu Risma menyemangati nelayan,” ujarnya.
Menyelesaikan lukisan di tembok tersebut bukan perkara mudah. Maklum, cuaca di Kenjeran sedang panas-panasnya. Karena itu, Serenada harus menutupi kepalanya dengan kaus hingga leher. Penampilannya menyerupai pasukan ninja. Meski begitu, dia tidak tergesa-gesa menyelesaikan gambar yang dikerjakan sejak Senin itu (12/12). ”Pelan-pelan saja. Tinggal finishing dengan cat spray,” ungkapnya.
Pemkot berharap mural-mural tersebut bisa menarik wisatawan. Di sana, mereka juga bisa berfoto sesuka hati, lantas mengunggahnya di media sosial. Para anggota komunitas mural juga mengapresiasi langkah pemkot yang menyediakan tempat berkreativitas itu. ”Kalau sudah digandeng seperti ini, kan lebih sip,” ujar Demsey.
Sebelum digandeng, pergerakan komunitas mural tidak terarah. Mereka menggambar tembok sesuai suasana hati. Nah, setelah digandeng satpol PP, mereka diarahkan untuk menggambar secara tematis.
Kepala Satpol PP Surabaya Irvan Widyanto menerangkan, seluruh komunitas mural bisa melapor ke instansinya. Masih banyak tempat di Surabaya yang berpotensi digarap para seniman tembok.
Dengan kerja sama itu, Irvan mengharapkan tidak ada lagi seniman-seniman jalanan yang dikejar-kejar. Karya mural juga dilindungi Perda 2/2014. Pada pasal 20 ayat 1 a disebutkan bahwa setiap orang dilarang mencoret-coret, menulis, melukis, serta menempel iklan di dinding dan sarana umum lainnya. Nah, tembok yang telah digambari tersebut menjadi sarana umum. ”Kalau ada yang merusak, akan kami sanksi,” paparnya. (sal/c6/git)

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
