
Grafis
JawaPos.com- Transportasi masal yang melintas di Jalan Ahmad Yani dan frontage road (FR) barat Surabaya bakal bertambah. Program bus Suroboyo yang semula diproyeksikan di MERR II-C akan dialihkan ke jalur tengah kota. Untuk merealisasikannya, Pemkot Surabaya pun menggelontorkan anggaran Rp 52 miliar pada APBD 2018.
Rencananya, bus melintas di sisi timur FR barat. Di sana nanti dibangun dua jalur ke utara dan selatan. Dengan begitu, jalur FR bakal terkepras sekitar 5 meter untuk pembangunan rute bus tersebut. Sebagai penanda, jalur itu akan dikelir oranye dan bertulisan ’’Bus Only’’. Tujuannya, tentu agar kendaraan lain tidak masuk jalur tersebut. Selain itu, akan dipasang separator yang memisahkan jalur bus dan kendaraan lainnya. Bisa dibilang, trek bus tersebut mirip jalur busway di Jakarta. Agar tertib, kendaraan lain yang main terobos ke jalur bus itu tentu harus siap-siap ditilang.
Dinas Perhubungan Surabaya sudah memaparkan proyek tersebut ke Komisi C DPRD Surabaya pada Kamis (30/11). Moch. Machmud, salah seorang anggota komisi C, menganggap proyek itu bisa jadi angkutan masal alternatif sembari menunggu realisasi proyek trem. Maklum saja, upaya mewujudkan trem selalu menemui kendala. ’’Bus lebih cepat terlaksana, praktis, dan murah untuk saat ini,’’ kata politikus Partai Demokrat tersebut.
Tahun depan bus Suroboyo bakal melayani rute Terminal Purabaya–Joyoboyo. Jika program itu sukses, rute bakal ditambah lagi sampai Jalan Tunjungan. Tahun ini sudah ada delapan bus yang sedang disiapkan dari APBD 2017. Karoseri yang mengerjakan berada di Jawa Tengah. Bentuknya hampir mirip dengan armada bus rapid transit (BRT). Hanya, deknya lebih rendah. Dengan begitu, pengguna kursi roda dapat mengakses bus dengan mudah. Jalur pedestrian juga dimodifikasi agar ramah bagi pengguna kursi roda.
Dari paparan itu, Machmud menganggap proyek tersebut memiliki arah positif. Karena itu, dewan tidak ragu mengusulkan tambahan sepuluh bus. Tentu harapannya, jadwal kedatangan bus lebih rapat sehingga penumpang tidak menunggu terlalu lama di halte.
Rencananya, sepanjang perjalanan Purabaya hingga Joyoboyo, bus melewati 17 halte. Durasi perjalanan (headway) antarhalte diproyeksikan setiap 15 menit. Tetapi, dewan meminta jadwal lebih rapat lagi, yakni setiap 5 menit. Setiap bus akan dibeli dengan harga Rp 2,5 miliar. Dengan demikian, total dana untuk tambahan 10 unit mencapai Rp 25 miliar. Sisanya, Rp 27 miliar, digunakan untuk membangun halte dan membuat jalur khusus tersebut.
Ketua Komisi C Syaifuddin Zuhri mendorong agar proyek itu segera terwujud. Anggaran bus ditambah, tetapi dana untuk feeder ditahan. Alasannya, komisi C ingin proyek bus terwujud dulu. ’’Proyek lainnya (feeder) bisa dianggarkan di PAK (perubahan anggaran keuangan, Red),’’ jelas politikus PDIP tersebut.
Selama ini, sebenarnya sudah ada transportasi umum yang melewati jalur itu. Antara lain, bus Surabaya–Mojokerto, DAMRI, lin Joyoboyo–Sidoarjo–Porong, minibus atau bison, dan bus kota. Transportasi tersebut belum termasuk taksi konvensional dan online. Nanti persaingan transportasi umum yang menghubungkan Purabaya dan Joyobo semakin padat. Di sisi lain, pelaku transportasi di jalur itu sering mengeluhkan sepinya penumpang. Tetapi, pemkot tetap berani menempatkan proyek bus di jalur tersebut.
Pakar transportasi dari ITS Haryo Sulistyarso menyampaikan harapan positif terkait dengan rencana itu. Transportasi akan diminati apabila memenuhi tiga hal. Yakni, jaminan keselamatan, ketepatan waktu, dan jumlah armada yang memadai. Program yang akan diterapkan pada 2018 tersebut dianggap bisa memenuhi tiga kriteria itu. ’’Yang penting, penerapannya harus sesuai harapan,’’ ungkapnya.
Saat ini ada kendala yang sedang dibahas di internal dishub. Di dua titik, yakni bundaran Dolog dan jembatan layang Mayangkara, dibutuhkan rekayasa lalu lintas khusus. Kendaraan dari FR barat yang ingin putar balik melalui bundaran itu otomatis harus menerobos jalur bus.
Kondisi serupa berada di sekitar Royal Plaza atau jembatan layang Mayangkara. Akan ada pengendara yang ingin putar balik di titik tersebut. Mereka bakal menerobos jalur khusus bus itu. ’’Kami sedang memikirkan kendala tersebut,’’ kata Kabid Lalu Lintas Tundjung Iswandaru.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
