
Gianluigi Buffon menjadi salah satu kiper terbaik dunia hampir dua dekade terakhir
JawaPos.com - Para pencinta sepak bola di dunia pasti tahu seorang Gianluigi Buffon. Dia adalah salah satu kiper terbaik Italia sepanjang masa. Seorang pemain yang mengorbankan seluruh kehidupannya untuk sepak bola, terutama timnas Italia.
Tepat 29 Oktober 1997, Buffon telah 20 tahun membela timnas Italia. Dia pertama kali melakoni debut bersama Gli Azurri dalam Pra-Piala Dunia 1998 tepatnya babak play-off melawan Rusia. Buffon pertama kali dipanggil ke Gli Azzurri oleh pelatih Cesare Maldini. Kala itu, dengan umur 19 tahun 9 bulan, Buffon menjadi kiper termuda Italia yang tampil bersama timnas usai Perang Dunia II. Rekor itu kemudian dipecahkan oleh Gianluigi Donnarumma pada 1 September 2016 lalu.
Hebatnya, selama 20 tahun membela timnas Italia, kiprah Buffon terbilang konsisten hingga saat ini. Tak banyak pemain kelas dunia sekalipun bisa mencapai level konsistensi seperti Buffon.
Karir Buffon di dunia sepak bola benar-benar istimewa. Dia bermain enam tahun di Parma dengan 168 caps, sementara di Juventus sejak 2001 hingga sekarang, Buffon telah mencapai 496 caps dan akan terus berlanjut.
Trofi-trofi yang diangkat Buffon pun sudah dibilang sangat banyak nan spesial. Buffon meraih tiga trofi saat di Parma yakni Coppa Italia, SuperCoppa Italia, dan Piala UEFA.
Sementara di Juventus Buffon merasakan 10 gelar Serie-A, tiga gelar Coppa Italia, dan lima gelar SuperCoppa Italia. Itu belum termasuk trofi Piala Dunia 2006 yang dia angkat bersama Italia.
Jika ada dua gelar yang belum didapati Buffon adalah Liga Champions dan Piala Eropa. Tapi, itu bukan berarti Buffon gagal karena secara individual, performa Buffon sangat istimewa.
Memang secara target Buffon dirasa akan sangat sulit menggapai Piala Eropa karena peluang dia mengangkat itu adalah tahun lalu, dan rasanya terlalu lama bagi dia menunggu Piala Eropa 2020.
Tapi, peluang Buffon untuk meraih gelar Liga Champions masih terbuka lebar. Musim ini Juventus sangat fokus untuk mencapai titik tersebut di Liga Champions dan ini bisa jadi momentum Buffon.
Buffon sudah berencana untuk mengakhiri karirnya akhir musim ini, tapi ada satu pengecualian. Hal ini dia ungkapkan langsung seperti yang dilansir Metro.
"Tak ada alasan saya mengubah putusan. Ini adalah musim terakhir saya dan yakin dengan putusan itu. Satu atau dua musim tambahan tak akan menambah atau membuang apa yang saya telah capai," ujarnya.
"Satu-satunya cara yang bisa membuat saya memikirkan putusan itu adalah trofi Liga Champions. Itu hanya demi memenangi Piala Dunia Antar-Klub," pungkas dia.
Pada akhirnya Buffon memperlihatkan bahwa dia adalah kiper terbaik dunia di era modern. Meraih gelar kiper terbaik dunia 2017 di usia 39 tahun adalah spesial, sehingga pemain ini tak akan dibenci oleh siapapun dan akan terus diingat sebagai legenda Italia. Buffon bakal mengakhiri karir sebagai kiper Gli Azzurri usai Piala Dunia 2018 mendatang. Tentunya, dia akan berjuang membawa Italia melaju ke Rusia 2018. Italia akan menghadapi Swedia dalam play-off.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
