
Logo Liga Premier Inggris
JawaPos.com - Makin makmur saja Premier League. Kamis (9/10), liga yang mengklaim diri terbaik di dunia itu sudah menjual hak siar mulai tahun 2016 sampai 2019.
Nilai totalnya di seluruh dunia fantastis, mencapai GBP 3 miliar (Rp 63,3 triliun). Itu artinya dalam setahun Liga Premier Inggris mendapatkan dana segar sebesar Rp 21,1 triliun.
Dengan ini, Premier League semakin menegaskan posisinya sebagai liga olahraga paling populer di kolong langit. Terutama jika melihat dari jangkauan wilayah dan pendapatan yang mereka keruk dari luar negeri.
Antara 2013 sampai 2016, Premier League mendapatkan GBP 2,23 miliar (Rp 47,055 triliun) dari hak siar televisi luar negeri. Berarti per tahunnya, Premier League mendulang GBP 743 juta (Rp 15,6 triliun).
Dengan kontrak raksasa itu, Premier League jauh meninggalkan pesaingnya di Eropa. Bahkan jika Primera Division, Bundesliga, Serie A, atau Ligue 1 digabungkan dari uang hak siar domestik dan asing, mereka tidak bisa mengalahkan uang yang mengalir ke Premier League.
Sedangkan untuk kontrak domestik saja dari Sky dan BT Sport, Premier League mendapatkan lebih dari GBP 1 miliar (Rp 21,1 triliun). Jumlah itu meningkat menjadi GBP 1,7 miliar per tahun (Rp 35,8 triliun) antara 2016-2019.
Sumbangan hak siar terbesar Premier League dari luar negeri datang dari Amerika Serikat. Raksasa NBC saja membayar USD 250 juta (Rp 3,4 triliun) pertahun untuk membeli hak siar Premier League dalam tempo 2013-2016. Sumber NBC membisikkan bahwa stasiun televisi itu akan membeli hak siar sebesar USD 1 miliar (Rp 13,7 triliun) dalam enam tahun.
Yang membikin kejutan adalah peningkatan dari kawasan Skandinavia. Pertumbuhannya lebih dari 100 persen! Ini artinya Norwegia, Swedia, Denmark, dan Finalndia sedang terjangkit demam Premier League dengan hebat.
Tahun lalu kawasan itu 'menyumbang' GBP 52,8 juta (Rp 1,1 triliun). Namun mulai 2016 sampai 2019, Skandinavia akan mentransfer GBP 110 juta (Rp 2,3 triliun) per tahun untuk Liga Inggris.
Yang juga meningkat adalah Hong Kong. Pertumbungannya menembus 116 persen. Hong Kong selama ini, memang tanah impian semua liga profesional dunia. Pertarungan antara jaringan NowTV dan i-Cable membuat harga hak siar meroket edan-edanan.
"Namun yang menjadi korban persaingan ini adalah fans," kata Tom Mockridge, chief executive Virgin Media kepada The DailyTelegraph.
"Penonton di Inggris misalnya, membayar dua kali lebih mahal dari Eropa untuk menikmati siaran TV," imbuhnya. (nur/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
