
Ilustrasi seseorang merenungi hidup (Pixabay)
JawaPos.com - Pendiri PPA Institute Rezha Rendy mengatakan, jauhnya seseorang dari agama bisa berdampak buruk pada kehidupan pribadi. Misalnya seperti hutang tidak kunjung terlunasi, penyakit tidak sembuh, jodoh tidak ketemu, bisnis bangkrut, di-PHK dari tempat kerja, hingga anak-anak yang sulit diatur, dikutip dari ANTARA.
“Semuanya itu bermuara pada satu hal, yaitu jauhnya kita dari Allah SWT," kata dia melalui siaran pers, Jumat (30/12).
Menurut Rendy, tauhid adalah jalan keluar dalam mengatasi depresi akibat persoalan-persoalan hidup. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2019, rasio bunuh diri di Indonesia mencapai 2,4 per 100 ribu penduduk atau dari 100 ribu penduduk, dua di antaranya melakukan bunuh diri.
“Meskipun lebih rendah dibanding negara-negara lain di Asia Tenggara, namun perlu diingat bahwa Indonesia adalah negara mayoritas muslim terbesar di dunia," kata dia.
Rendy menuturkan, dengan rasio bunuh diri berdasarkan data, tugas penyeru kebaikan belumlah selesai karena masih ada orang yang menganggap bunuh diri sebagai solusi untuk menyelesaikan permasalahan hidup.
Dia mengatakan, saat ini banyak umat Islam yang belum maksimal dalam mengaplikasikan ajaran agama sebagai solusi hidup. Menurut dia, agama dianggap sebagai ibadah ritual saja, dan ibadah sosial seperti zakat, infak dan sedekah pun hanya dilakukan by accident dan bukan sesuatu yang direncanakan.
PPA Institute sendiri, sambung dia, adalah lembaga pendidikan yang ingin membumikan ayat-ayat Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Dalam perjalanan satu dekadenya, lembaga itu menemukan bahwa umumnya persoalan yang dihadapi masyarakat Indonesia mulai dari keuangan, kesehatan dan rumah tangga atau jodoh.
"Di sinilah kami hadir untuk memberikan solusi praktis berbasis ilmu akidah," tutur Rendy.
Mereka belum lama ini menyelenggarakan acara Moslem Fest dengan tujuan salah satunya mengajak masyarakat dapat mengaplikasikan ilmu tauhid yang selama ini mereka dapatkan sebagai bagian dari solusi permasalahan hidup. Rencananya, acara ini akan dijadikan sebagai kegiatan rutin PPA Institute di berbagai daerah di Indonesia agar ajaran agama yang bersumber dari Al Qur’an dan hadist bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Intinya, perbaiki dulu hubungan dengan Allah SWT melalui rangkaian ibadah yang kami pandu di training, kemudian lanjutkan dengan menjadi apa yang kami sebut sebagai Employee of Allah atau EOA," pesan Rendy.
Setelah ini, sambung dia, maka urusan-urusan seperti jodoh yang belum ketemu, bisnis bangkrut, rumah tangga tidak harmonis, dipecat dari tempat kerja, akan menemukan jalan keluarnya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
