
ilustrasi orang yang sedang bercermin. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com – Bertambahnya usia merupakan proses alami yang tidak dapat dihindari. Namun, pola hidup yang kurang sehat bisa membuat tanda-tanda penuaan muncul lebih cepat. Mulai dari pola makan, kebiasaan tidur, hingga aktivitas sehari-hari, semuanya berperan dalam menjaga kesehatan tubuh dan penampilan.
Penuaan tidak hanya ditandai dengan munculnya kerutan atau garis halus di wajah. Kondisi ini juga dapat terlihat dari kulit yang kusam, tubuh yang mudah lelah, nyeri sendi, hingga menurunnya kemampuan mengingat. Faktor keturunan memang berpengaruh, tetapi kebiasaan sehari-hari juga perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi proses penuaan.
Dilansir dari English Jagran, terdapat delapan kebiasaan yang berpotensi membuat seseorang terlihat lebih tua dibandingkan usia sebenarnya. Berikut ulasannya.
Paparan sinar matahari berlebihan menjadi salah satu faktor yang dapat mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan pada kulit. Dampaknya bisa berupa kerutan, perubahan warna kulit, hingga munculnya bintik-bintik gelap. Paparan cahaya dari perangkat elektronik juga diteliti terkait dengan perubahan pigmentasi kulit, meskipun dampaknya tidak sebesar paparan sinar matahari.
Untuk membantu melindungi kulit, gunakan tabir surya dengan perlindungan spektrum luas, minimal SPF 30, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan pelindung kulit secara rutin dapat membantu mengurangi risiko kerusakan akibat sinar ultraviolet.
Tidur berperan penting dalam proses pemulihan tubuh. Jika waktu tidur kurang, kualitas kulit dapat terganggu sehingga wajah tampak lelah, kusam, dan mata terlihat bengkak. Kebiasaan tidur yang berantakan juga dapat memengaruhi konsentrasi serta daya ingat.
Karena itu, menjaga jadwal tidur yang konsisten menjadi langkah penting untuk mendukung kesehatan. Hindari penggunaan ponsel menjelang waktu tidur dan usahakan memperoleh durasi tidur yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Makanan dan minuman tinggi gula tidak hanya berisiko meningkatkan berat badan apabila dikonsumsi berlebihan, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan metabolisme. Konsumsi gula berlebih dalam jangka panjang berpotensi berkontribusi terhadap peradangan dan proses biologis yang berkaitan dengan penuaan.
Mengurangi minuman manis, makanan tinggi gula tambahan, serta karbohidrat olahan dapat menjadi pilihan untuk mendukung pola makan yang lebih sehat. Sebagai gantinya, perbanyak konsumsi makanan bergizi seimbang, termasuk sayuran, buah-buahan, dan sumber protein.
Kebiasaan makan sambil bermain ponsel atau menonton sesuatu dapat membuat seseorang kurang memperhatikan jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi. Akibatnya, pola makan menjadi kurang terkontrol dan kebutuhan nutrisi berisiko tidak terpenuhi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022