Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Oktober 2026 | 03.31 WIB

6 Tanda Kamu Sedang Hidup di Dalam Mode Bertahan Hidup Menurut Psikologi

seseorang yang terjebak dalam mode bertahan hidup (magnific) - Image

seseorang yang terjebak dalam mode bertahan hidup (magnific)

JawaPos.com - Tidak semua orang yang sedang mengalami tekanan emosional terlihat kewalahan dari luar. Sebagian orang memilih untuk tetap bekerja, menyelesaikan tanggung jawab, menjaga hubungan sosial, dan menjalani rutinitas seperti biasa. 

Namun di balik kesibukan tersebut, mereka mungkin merasa kelelahan, sulit menikmati hidup, atau seolah-olah hanya menjalani hari demi hari tanpa benar-benar merasakan kebahagiaan.

Dalam psikologi, pengalaman seperti ini kerap disebut survival mode atau mode bertahan hidup. Istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan keadaan ketika seseorang terlalu berfokus menghadapi tekanan dan mempertahankan kendali sehingga kebutuhan emosional serta waktu pemulihan dirinya terabaikan.

Kondisi ini bukan diagnosis klinis resmi, dan tanda-tandanya juga dapat berkaitan dengan berbagai penyebab lain, termasuk stres berkepanjangan, kelelahan, atau masalah kesehatan.

Dilansir dari Your Tango, tanda-tanda mode bertahan hidup terkadang muncul melalui kebiasaan sehari-hari yang terlihat biasa. Seseorang mungkin kesulitan mengambil keputusan, menyembunyikan perasaan, atau kehilangan kemampuan membayangkan masa depan yang menyenangkan.

Mengenali pola tersebut dapat menjadi langkah awal untuk memahami kondisi diri dengan lebih baik. Berikut enam tanda yang mungkin menunjukkan bahwa kamu terlalu lama berfokus untuk bertahan hingga sulit menikmati kehidupan secara utuh.

1. Kesulitan Mengambil Keputusan, Bahkan untuk Hal Sederhana

Salah satu tanda seseorang mungkin terjebak dalam mode bertahan hidup adalah kesulitan mengambil keputusan yang sebelumnya terasa mudah. Memilih makanan, menentukan kegiatan akhir pekan, atau memutuskan urutan pekerjaan bisa terasa melelahkan. Hal-hal kecil yang biasanya tidak membutuhkan banyak pertimbangan justru menghabiskan energi mental.

Dilansir dari pembahasan Your Tango, tekanan yang berlangsung terus-menerus dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam memproses informasi dan membuat keputusan. Ketika pikiran terlalu sibuk menghadapi persoalan yang dianggap mendesak, ruang untuk mempertimbangkan pilihan lain menjadi lebih terbatas. Akibatnya, seseorang bisa merasa kewalahan meskipun keputusan yang harus dibuat sebenarnya sederhana.

Dalam keadaan seperti ini, seseorang mungkin terus memikirkan kemungkinan terburuk, takut membuat kesalahan, atau merasa tidak sanggup menentukan pilihan yang paling tepat. Ia bisa berulang kali mengubah keputusan karena khawatir akan menyesal. Sebagian orang bahkan memilih tidak melakukan apa-apa karena proses mempertimbangkan berbagai kemungkinan terasa terlalu berat.

Kesulitan mengambil keputusan bukan berarti seseorang kurang cerdas atau tidak mampu mengatur hidup. Kondisi tersebut dapat muncul ketika energi mental terkuras oleh tekanan, kurang tidur, kecemasan, atau berbagai tuntutan yang menumpuk. Namun, gejala serupa juga bisa memiliki penyebab lain sehingga tidak tepat langsung menyimpulkan bahwa seseorang sedang berada dalam mode bertahan hidup.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore