Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 September 2026 | 03.43 WIB

Jika Ada 6 Tanda Ini, Pasanganmu Mungkin Orang yang Perhitungan Menurut Psikologi

Ilustrasi pria kesepian (magnific)

JawaPos.com - Kesepian pada pria dewasa tidak selalu bermula ketika mereka mulai bekerja, menikah, atau menjalani kehidupan sendiri. 

Dalam sejumlah kasus, pola hubungan dan cara seseorang memahami emosi telah terbentuk sejak masa kanak-kanak.

Seorang anak laki-laki mungkin terlihat mandiri, kuat, bahkan tidak banyak menuntut perhatian. 

Namun, di balik sikap tersebut, bisa saja terdapat pengalaman masa kecil yang membuatnya terbiasa menyimpan perasaan, sulit meminta bantuan, atau merasa tidak nyaman ketika harus membuka diri kepada orang lain.

Dirangkum dari laman YourTango, artikel ini membahas bagaimana pola pengasuhan tertentu dapat memengaruhi kemampuan anak laki-laki membangun hubungan dan koneksi emosional ketika dewasa.

Namun perlu dipahami, pola berikut bukan berarti otomatis membuat seorang anak tumbuh menjadi pria kesepian. 

Kehidupan seseorang dipengaruhi banyak faktor, termasuk lingkungan, kepribadian, pengalaman sosial, dan hubungan yang dibangun sepanjang hidup.

Lantas, benarkah anak laki-laki yang tumbuh menjadi pria kesepian bisa membawa pola tertentu dari masa kecil. 

Yuk, kenali 10 kebiasaan pengasuhan yang perlu diperhatikan orang tua.

1. Sering Mengajarkan Anak Laki-laki untuk Menekan Emosi

Salah satu pola yang dapat memengaruhi kehidupan emosional anak laki-laki adalah kebiasaan mengajarkan bahwa menangis, takut, sedih, atau menunjukkan kelemahan merupakan sesuatu yang memalukan.

Kalimat seperti “anak laki-laki tidak boleh menangis” mungkin terdengar sederhana. 

Namun, jika terus-menerus didengar, anak dapat belajar bahwa beberapa emosi harus disembunyikan agar dirinya dianggap kuat.

Menurut materi yang dirujuk YourTango dari Gottman Institute, ketika anak laki-laki diajarkan untuk tidak menangis atau takut, perasaannya dapat terasa tidak valid. 

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi membuat anak kesulitan mengenali dan mempercayai emosinya sendiri.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore