
ilustrasi orang yang keramas. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com – Keramas merupakan bagian penting dari rutinitas perawatan rambut. Namun, frekuensi mencuci rambut sebenarnya tidak harus sama bagi setiap orang.
Jenis rambut, kondisi kulit kepala, aktivitas sehari-hari, hingga penggunaan produk penataan rambut dapat menentukan seberapa sering seseorang perlu keramas.
Memberikan jeda beberapa hari di antara waktu keramas dapat membantu mempertahankan minyak alami yang diproduksi kulit kepala. Minyak tersebut berperan dalam menjaga kelembapan rambut dan melindungi batang rambut dari kekeringan.
Sebaliknya, mencuci rambut terlalu sering, terutama dengan sampo yang cukup kuat, pada sebagian orang dapat membuat rambut dan kulit kepala terasa lebih kering.
Dilansir dari English Jagran, berikut empat alasan mengapa memberikan jeda hingga sekitar tiga hari di antara waktu keramas dapat menjadi pilihan bagi sebagian orang.
Kulit kepala secara alami menghasilkan sebum yang berfungsi menjaga kelembapan sekaligus memberikan perlindungan pada rambut.
Jika rambut dicuci terlalu sering, minyak alami tersebut dapat ikut terangkat. Pada kondisi tertentu, hal ini dapat membuat kulit kepala terasa kering dan batang rambut menjadi lebih mudah terasa kasar atau rapuh.
Memberikan jeda beberapa hari memungkinkan minyak alami kembali menyebar pada rambut. Meski demikian, orang dengan kulit kepala berminyak mungkin tetap membutuhkan frekuensi keramas yang lebih sering.
Jeda keramas bukan berarti rambut boleh dibiarkan tanpa dibersihkan terlalu lama. Produk seperti gel, serum, hairspray, maupun produk styling lainnya dapat meninggalkan residu jika digunakan secara rutin.
Penumpukan residu dapat membuat rambut terasa berat dan kulit kepala menjadi tidak nyaman. Pada sebagian orang, kondisi tersebut juga dapat disertai rasa gatal atau munculnya serpihan pada kulit kepala.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022