Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 September 2026 | 03.09 WIB

Cari Tahu Penyebab Umum Keracunan Makanan, Bagaimana Kontaminan Dapat Mempengaruhi Kondisi Kesehatan

Ilustrasi diare/Magnific - Image

Ilustrasi diare/Magnific

JawaPos.com-Keracunan kerap terjadi karena tubuh terpapar kontaminasi zat tertentu.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman pesisirselatankab,  keracunan makanan adalah kondisi yang terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh mikroorganisme patogen, bahan kimia, atau zat berbahaya lainnya.  

Makanan basi yang dapat menyebabkan keracunan umumnya menunjukkan tanda-tanda yang bisa diamati secara kasat mata, seperti perubahan warna, tekstur, dan aroma. 

Namun, kondisi tersebut tidak harus mutlak, tanda-tanda tersebut tidak selalu muncul pada makanan yang telah terkontaminasi. Beberapa jenis zat tertentu sudah dapat menjadi kontaminan tanpa meninggalkan tanda-tanda yang jelas terlihat. 

Keracunan bisa terjadi, karena zat patogen penyebab keracunan masuk ke dalam darah dan menyebar ke seluruh tubuh, kondisi ini  bisa menyebabkan infeksi sistemik atau sepsi.   

Akibatnya, saat tubuh mengetahui adanya zat berbahaya ataupun patogen,sistem pertahan tubuh akan memberikan respon yang menimbulkan beberapa gejala seperti mual, muntah, diare, sampai demam.

Berdasarkan informasi dari laman pesisirselatankab dan mountelizabeth yang dikutip pada (04/09) berikut adalah penyebab umum keracunan bisa terjadi. 

Memahami penyebab keracunan penting dilakukan supaya anda lebih menjaga kebersihan dan memperhatikan setiap makanan yang dihidangkan.

Peralatan dapur dan makan juga perlu diperhatikan untuk membantu mencegah kontaminasi dari zat-zat yang berbahaya bagi tubuh.

Kontaminan pertama yang paling umum menjadi penyebab keracunan adalah kontaminasi bakteri pada bahan makanan anda. Makanan yang terlalu lama dibiarkan pada suhu ruang menjadi penyebab bakteri lebih mudah berkembang biak. Sehingga menyebabkan makanan mudah rusak dan basi. Beberapa bakteri yang paling sering ditemukan pada makanan seperti E.Coli, salmonella, campylobacter, dan listeria.  Bakteri-bakteri tersebut dapat menyebabkan gejala sakit perut, diare, sampai muntah.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore