Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Agustus 2026 | 04.15 WIB

Sering Mimpi Aneh Saat Demam atau Tubuh Terasa Sakit? Studi Ungkap Kaitannya dengan Emosi

Ilustrasi seseorang tertidur dan bermimpi / Foto: (PsyPost) - Image

Ilustrasi seseorang tertidur dan bermimpi / Foto: (PsyPost)

JawaPos.com — Pernah mengalami mimpi yang terasa jauh lebih aneh, intens, atau tidak menyenangkan ketika tubuh sedang tidak fit? Pengalaman tersebut mungkin bukan sekadar kebetulan. 

Sebuah studi pada perempuan dewasa menemukan adanya kaitan antara berbagai gejala fisik yang muncul saat terjaga dan kecenderungan mengalami tema mimpi yang lebih negatif.

Studi berjudul An Examination of the Relationship Between Body Awareness, Dream Themes, and Somatization in Adult Women dilakukan Çağlayan Pınar Öztürk dari Süleyman Demirel University, Turkiye, dan diterbitkan dalam jurnal Dreaming. Penelitian ini melibatkan 213 perempuan berusia 18–65 tahun melalui survei daring.

Dilansir dari PsyPost, Selasa (25/8/2026), para peneliti ingin mengetahui apakah cara seseorang merasakan kondisi tubuh berkaitan dengan isi mimpinya, sekaligus menguji hubungan antara gejala somatisasi dan tema mimpi.

Somatisasi terjadi ketika tekanan psikologis dapat muncul dalam bentuk keluhan fisik seperti sakit kepala, mual, nyeri punggung, nyeri dada, mati rasa, atau tubuh terasa lemah. Gejala tersebut tetap nyata bagi orang yang mengalaminya meskipun tidak selalu disebabkan oleh cedera atau penyakit fisik.

Sakit Kepala hingga Nyeri Punggung Berkaitan dengan Mimpi Negatif

Peserta mengisi tiga kuesioner. Salah satunya mengukur tema mimpi selama enam bulan terakhir, sementara kuesioner lain mengukur kesadaran terhadap sensasi tubuh serta gejala fisik yang dialami selama 15 hari terakhir.

Hasilnya menunjukkan hubungan yang tidak signifikan antara kesadaran tubuh dan somatisasi. Dengan kata lain, seseorang yang lebih peka terhadap perubahan kondisi tubuhnya tidak otomatis mengalami lebih banyak gejala fisik akibat tekanan psikologis.

Namun, peneliti menemukan hubungan lemah antara kesadaran tubuh dan frekuensi tema mimpi. Peserta dengan kesadaran tubuh lebih tinggi cenderung melaporkan lebih banyak tema mimpi, terutama yang bernuansa negatif.

Hubungan yang lebih kuat terlihat pada gejala somatisasi. Semakin banyak gejala fisik yang dilaporkan peserta, semakin negatif kecenderungan tema mimpi mereka. Peneliti mencatat bahwa “semakin meningkat gejala somatisasi pada peserta, isi mimpi cenderung menjadi lebih negatif.”

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore