
Berkolaborasi dengan 12 seniman dari seluruh penjuru Indonesia, kain perca PURANA diubah menjadi kaya seni yang ‘apik’ dan unik.
JawaPos.com – Kain sisa atau yang dikenal dengan perca memang menjadi salah satu limbah tekstil yang bisa menjadi barang bernilai. Seperti yang ditampilkan para seniman yang berkolaborasi dengan PURANA dalam pameran Renjana Perca.
Berkolaborasi dengan 12 seniman dari seluruh penjuru Indonesia, kain perca PURANA diubah menjadi kaya seni yang ‘apik’ dan unik. Tak sekadar instalasi visual tapi juga memberikan pemahaman kalau limbah tekstil bisa menjadi barang bernilai tinggi. Kain perca tersebut disusun, diwarnai, hingga dijahit, yang menonjolkan pesan ‘bisa menjadi apa saja asal mau diolah’.
Ke 12 kolaborator yang terlibat antara lain Sutjipto Adi, Ruth Marbun, Agan Harahap, Hendra 'HeHe' Harsono, Sarkodit, Suanjaya Kencut, Anton Afganial, Francisca “Kika” Puspitasari (Founder Kaloka Pottery), Hana Surya (Founder THREADAPEUTIC), Rosyid Akhmadi (Founder Mohoi), Arief Susanto (Founder DusDukDuk), dan Savirra Lavinia (Founder FUGUKU).
Sebagai rumah mode dan gaya hidup kontemporer Indonesia, PURANA, tahu benar kalau kain perca perlu memiliki wadah yang tepat. Untuk itu, selama 17 tahun, PURANA senantiasa berkolaborasi erat dengan para seniman.
Karya Hendra 'HeHe' Harsono.
Diungkapkan, Nonita Respati selaku Founder & Chief Creative Officer, PURANA, para seniman yang terlibat dalam gerakan 'Renjana Perca' hari ini adalah para sahabat karya yang telah tumbuh bersama kami selama 17 tahun.
Berlangsung dari 14 hingga 23 Agustus 2026 di Grand Indonesia, gerakan ini bukan sekadar perhelatan temporer, melainkan sebuah gerakan kebanggaan nasional menuju ekonomi sirkular. Ini sejalan dengan paradigma sustainable luxury yang saat ini menjadi standar utama di industri kreatif Eropa.
“Mengikuti standar ekonomi sirkular Eropa, eksibisi ini dirancang bukan sebagai akhir, melainkan awal dari gerakan berkelanjutan yang diadopsi oleh komunitas yang lebih luas,” ujar Nonita baru-baru ini.
Dalam kesempatan yang sama, Kanina Hanindita selaku General Manager Marketing Communications & Operations, Grand Indonesia, mengatakan, baginya pusat perbelanjaan adalah katalis yang mempertemukan komunitas, budaya, seni, dan inovasi sirkular.
“Melalui kolaborasi ini, kami menegaskan komitmen kami dalam mendorong penerapan praktik ekonomi sirkular dan gaya hidup yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.
Arsitektur Kardus
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022