Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 Agustus 2026 | 15.52 WIB

Menurut Psikologi, 7 Kebiasaan Pasangan Ini Bisa Menjadi Tanda Ia Sedang Mengalami Masalah Mental

seseorang yang mengalami masalah kesehatan mental. (Magnific)

 

 
JawaPos.com - Kesehatan mental merupakan bagian penting dari kesejahteraan seseorang. Sayangnya, masih banyak orang yang menganggap bahwa gangguan kesehatan mental hanya ditandai dengan perilaku ekstrem atau mudah dikenali. Padahal, dalam kehidupan sehari-hari, seseorang yang sedang mengalami tekanan psikologis sering kali menunjukkan perubahan kebiasaan yang tampak sederhana, tetapi terjadi secara konsisten.


Dilansir dari Psychology Today pada Minggu (2/8), psikologi menjelaskan bahwa perubahan perilaku merupakan salah satu indikator yang perlu diperhatikan. Namun, penting untuk dipahami bahwa tidak ada satu kebiasaan pun yang dapat digunakan untuk mendiagnosis gangguan kesehatan mental. Diagnosis hanya dapat dilakukan oleh psikolog atau psikiater melalui pemeriksaan yang menyeluruh.

Apabila pasangan Anda menunjukkan beberapa kebiasaan berikut dalam waktu yang cukup lama dan perubahan tersebut mengganggu kehidupan sehari-harinya, bisa jadi ia sedang mengalami kesulitan secara emosional dan membutuhkan dukungan.

1. Menarik Diri dari Orang-Orang Terdekat

Seseorang yang biasanya hangat dan mudah berinteraksi tiba-tiba menjadi lebih tertutup, menghindari percakapan, bahkan enggan bertemu keluarga atau sahabat.

Dalam psikologi, menarik diri dari lingkungan sosial sering dikaitkan dengan berbagai kondisi seperti depresi, kecemasan, kelelahan emosional (burnout), atau stres berat. Mereka mungkin merasa tidak memiliki energi untuk bersosialisasi atau takut menjadi beban bagi orang lain.

Jika perubahan ini berlangsung selama berminggu-minggu disertai hilangnya minat terhadap aktivitas sosial, sebaiknya jangan menganggapnya sekadar sifat introvert atau sedang ingin sendiri.

2. Emosi Menjadi Sangat Tidak Stabil

Semua orang tentu pernah merasa sedih, marah, atau kecewa. Namun, ketika perubahan suasana hati terjadi sangat cepat tanpa penyebab yang jelas, kondisi ini patut diperhatikan.

Misalnya, pasangan Anda mudah tersinggung, sering menangis, marah berlebihan terhadap hal-hal kecil, atau tampak putus asa hampir setiap hari.

Perubahan emosi yang berlangsung terus-menerus dapat menjadi tanda bahwa seseorang sedang mengalami tekanan psikologis yang memengaruhi kemampuan mengatur emosinya.

3. Sulit Tidur atau Justru Tidur Berlebihan

Gangguan pola tidur merupakan salah satu gejala yang paling sering muncul pada berbagai masalah kesehatan mental.

Beberapa orang mengalami insomnia karena pikiran yang terus bekerja, sementara yang lain justru tidur terlalu lama sebagai bentuk pelarian dari tekanan emosional.

Jika pasangan Anda mengeluhkan sulit tidur hampir setiap malam, sering terbangun dini hari, atau merasa tetap lelah meskipun sudah tidur cukup lama, kondisi tersebut layak mendapat perhatian.

4. Kehilangan Minat terhadap Hal-Hal yang Dulu Disukai

Dulu ia sangat menikmati olahraga, bermain musik, berkebun, atau berkumpul bersama teman. Kini semua aktivitas itu terasa tidak menarik lagi.

Dalam psikologi, kondisi ini dikenal sebagai anhedonia, yaitu berkurangnya kemampuan untuk merasakan kesenangan. Gejala ini sering ditemukan pada depresi, meskipun juga dapat muncul pada kondisi psikologis lainnya.

Jika pasangan tampak kehilangan semangat terhadap hampir semua aktivitas favoritnya selama beberapa minggu, jangan abaikan perubahan tersebut.

5. Sulit Berkonsentrasi dan Mudah Lupa

Tekanan mental tidak hanya memengaruhi perasaan, tetapi juga fungsi kognitif.

Seseorang yang sedang mengalami stres berat atau depresi mungkin menjadi sulit fokus saat bekerja, sering lupa terhadap hal-hal sederhana, atau kesulitan mengambil keputusan yang sebelumnya terasa mudah.

Akibatnya, produktivitas menurun dan rasa frustrasi semakin meningkat karena merasa tidak mampu menjalankan aktivitas seperti biasanya.

6. Perubahan Nafsu Makan dan Berat Badan

Sebagian orang kehilangan selera makan ketika mengalami tekanan emosional. Sebaliknya, ada pula yang makan jauh lebih banyak sebagai cara untuk mendapatkan kenyamanan sementara.

Perubahan pola makan yang drastis, terutama jika diikuti perubahan berat badan tanpa penyebab medis yang jelas, dapat menjadi salah satu indikator bahwa kondisi psikologis seseorang sedang terganggu.

7. Sering Mengungkapkan Rasa Tidak Berharga atau Putus Asa

Ini merupakan salah satu tanda yang paling penting untuk diperhatikan.

Ucapan seperti:

"Aku selalu gagal."
"Semua akan lebih baik tanpa aku."
"Aku tidak berguna."
"Tidak ada yang peduli denganku."

tidak boleh dianggap sekadar keluhan biasa, terutama jika sering diulang.

Perasaan putus asa dan rendah diri yang berlangsung terus-menerus dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan mental yang serius. Jika ucapan tersebut disertai pembicaraan tentang ingin mengakhiri hidup atau menyakiti diri sendiri, segera dorong pasangan untuk mencari bantuan profesional atau layanan darurat di wilayah setempat.

Bagaimana Cara Membantu Pasangan?

Jika Anda melihat beberapa kebiasaan di atas, langkah pertama bukanlah langsung menyimpulkan bahwa pasangan mengalami gangguan mental. Sebaliknya, cobalah memberikan ruang yang aman untuk berbicara.

Beberapa hal yang dapat Anda lakukan antara lain:

Dengarkan tanpa menghakimi.
Hindari mengatakan "kamu terlalu berlebihan" atau "coba berpikir positif saja."
Tanyakan apa yang sedang ia rasakan dan apa yang bisa Anda lakukan untuk membantu.
Dorong secara lembut agar ia berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater apabila gejalanya menetap atau semakin berat.
Tetap dampingi proses pemulihannya dengan penuh kesabaran.
Penutup

Perubahan perilaku bukan berarti seseorang pasti mengalami gangguan kesehatan mental. Namun, ketika beberapa kebiasaan di atas muncul bersamaan, berlangsung selama berminggu-minggu, dan mulai mengganggu pekerjaan, hubungan, atau aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut layak mendapat perhatian.

Mengenali tanda-tanda awal bukan bertujuan untuk memberi label pada pasangan, melainkan agar kita dapat memberikan dukungan yang tepat sejak dini. Ingatlah bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik, dan mencari bantuan profesional merupakan langkah yang bijaksana, bukan tanda kelemahan.***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore