seseorang yang tidak gampang lupa di usia tua. (Magnific)
Yang perlu dipahami adalah bahwa daya ingat bukan hanya dipengaruhi oleh usia, tetapi juga oleh gaya hidup sehari-hari. Penelitian dalam bidang psikologi dan ilmu saraf menunjukkan bahwa otak memiliki kemampuan untuk terus beradaptasi dan membentuk koneksi baru, sebuah kemampuan yang dikenal sebagai neuroplasticity. Artinya, kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membantu menjaga fungsi memori tetap optimal, bahkan ketika usia terus bertambah.
Psikologi juga menjelaskan bahwa cara kita tidur, berpikir, bergerak, bersosialisasi, hingga mengelola stres memiliki pengaruh besar terhadap kemampuan otak dalam menyimpan dan mengingat informasi.
Dilansir dari Psychology Today pada Senin (27/7), terdapat tujuh kebiasaan harian yang dapat membantu menjaga daya ingat tetap tajam menurut berbagai temuan dalam psikologi.
1. Latih Otak dengan Belajar Hal Baru
Otak bekerja layaknya otot. Semakin sering digunakan untuk menghadapi tantangan baru, semakin kuat koneksi antar sel saraf yang terbentuk.
Belajar sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya memaksa otak menciptakan jalur-jalur baru sehingga kemampuan berpikir dan mengingat menjadi lebih baik.
Anda tidak harus mengikuti pendidikan formal. Aktivitas sederhana seperti belajar bahasa asing, memainkan alat musik, memasak resep baru, membaca topik yang berbeda, atau mencoba permainan strategi sudah cukup memberikan stimulasi positif bagi otak.
Psikolog menyebut proses ini sebagai cognitive stimulation, yaitu rangsangan mental yang membantu mempertahankan fungsi kognitif dalam jangka panjang.
2. Tidur yang Berkualitas Setiap Malam
Banyak orang menganggap tidur hanyalah waktu untuk beristirahat. Padahal, saat tidur, otak sedang bekerja menyusun dan memperkuat informasi yang telah dipelajari sepanjang hari.
Jika seseorang sering kurang tidur, proses pembentukan memori menjadi terganggu. Akibatnya, informasi yang baru diterima lebih sulit diingat.
Sebagian besar orang dewasa membutuhkan sekitar tujuh hingga sembilan jam tidur berkualitas setiap malam.
Beberapa kebiasaan sederhana yang dapat meningkatkan kualitas tidur antara lain:
Tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari.
Mengurangi penggunaan ponsel sebelum tidur.
Menghindari konsumsi kafein pada malam hari.
Menjaga kamar tetap nyaman, tenang, dan gelap.
Tidur yang cukup tidak hanya membuat tubuh segar, tetapi juga membantu meningkatkan konsentrasi, kemampuan belajar, dan daya ingat.
3. Rutin Berolahraga
Aktivitas fisik bukan hanya bermanfaat bagi jantung dan otot, tetapi juga sangat penting bagi kesehatan otak.
Olahraga membantu meningkatkan aliran darah ke otak sehingga pasokan oksigen dan nutrisi menjadi lebih optimal. Selain itu, aktivitas fisik juga merangsang produksi zat yang mendukung pertumbuhan sel-sel saraf baru.
Berjalan kaki selama tiga puluh menit, bersepeda, berenang, atau melakukan senam ringan secara rutin sudah memberikan manfaat yang signifikan.
Psikologi kesehatan menunjukkan bahwa orang yang aktif bergerak cenderung memiliki fungsi kognitif yang lebih baik dibandingkan mereka yang jarang berolahraga.
4. Kelola Stres Sebelum Mengganggu Memori
Stres yang berlangsung terus-menerus dapat meningkatkan kadar hormon kortisol. Dalam jangka panjang, kadar kortisol yang tinggi dapat mengganggu area otak yang berperan penting dalam pembentukan memori.
Itulah sebabnya seseorang sering merasa sulit berkonsentrasi ketika sedang berada di bawah tekanan.
Mengelola stres tidak harus rumit. Anda bisa mencoba beberapa cara berikut:
Latihan pernapasan selama lima hingga sepuluh menit.
Meditasi atau mindfulness.
Menulis jurnal harian.
Berjalan santai di alam terbuka.
Melakukan hobi yang menyenangkan.
Semakin baik seseorang mengendalikan stres, semakin baik pula kemampuan otaknya dalam menyimpan informasi.
5. Jaga Hubungan Sosial
Interaksi dengan orang lain ternyata merupakan latihan yang sangat baik bagi otak.
Saat berbicara, mendengarkan, memahami emosi, dan merespons percakapan, berbagai bagian otak bekerja secara bersamaan. Aktivitas ini membantu menjaga fungsi kognitif tetap aktif.
Penelitian psikologi menunjukkan bahwa orang yang memiliki hubungan sosial yang baik cenderung mengalami penurunan fungsi kognitif yang lebih lambat dibandingkan mereka yang sering merasa kesepian.
Luangkan waktu untuk berbincang dengan keluarga, bertemu teman, bergabung dalam komunitas, atau sekadar menelepon orang yang Anda sayangi.
6. Latih Fokus dan Hindari Multitasking Berlebihan
Banyak orang merasa mampu mengerjakan banyak hal sekaligus. Namun, psikologi menunjukkan bahwa otak sebenarnya lebih sering berpindah perhatian daripada benar-benar melakukan beberapa tugas secara bersamaan.
Akibatnya, informasi tidak tersimpan secara maksimal sehingga lebih mudah dilupakan.
Jika ingin mengingat sesuatu dengan baik, biasakan memberikan perhatian penuh pada satu aktivitas dalam satu waktu.
Beberapa cara sederhana melatih fokus antara lain:
Menyimpan ponsel saat bekerja.
Membuat daftar prioritas harian.
Menggunakan teknik kerja dengan jeda istirahat, seperti metode Pomodoro.
Menghindari terlalu banyak gangguan saat belajar atau membaca.
Semakin fokus perhatian Anda, semakin kuat proses pembentukan memori.
7. Konsumsi Makanan yang Mendukung Kesehatan Otak
Apa yang Anda makan setiap hari juga berpengaruh terhadap kemampuan berpikir dan mengingat.
Otak membutuhkan berbagai nutrisi agar dapat bekerja secara optimal.
Beberapa makanan yang baik untuk kesehatan otak antara lain:
Ikan berlemak yang kaya omega-3.
Sayuran hijau.
Buah beri.
Kacang-kacangan.
Telur.
Biji-bijian utuh.
Selain itu, jangan lupa mencukupi kebutuhan air putih setiap hari. Dehidrasi ringan saja dapat memengaruhi konsentrasi dan daya ingat.
Mengapa Konsistensi Lebih Penting daripada Kesempurnaan?
Kesalahan yang sering dilakukan banyak orang adalah mencoba mengubah semua kebiasaan sekaligus. Akibatnya, perubahan tersebut sulit dipertahankan.
Psikologi perilaku menjelaskan bahwa kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten jauh lebih efektif dibandingkan perubahan besar yang hanya bertahan beberapa hari.
Misalnya, mulailah dengan berjalan kaki selama dua puluh hingga tiga puluh menit setiap hari, tidur lebih awal lima belas menit, atau membaca buku selama sepuluh menit sebelum tidur. Kebiasaan sederhana yang terus dilakukan akan memberikan dampak besar dalam jangka panjang.
Kesimpulan
Menjaga daya ingat bukanlah sesuatu yang baru perlu dipikirkan ketika usia mulai bertambah. Justru, semakin dini Anda membangun kebiasaan sehat, semakin besar peluang untuk mempertahankan fungsi otak tetap optimal di masa depan.
Belajar hal baru, tidur yang cukup, rutin berolahraga, mengelola stres, menjaga hubungan sosial, melatih fokus, dan mengonsumsi makanan bergizi merupakan langkah-langkah sederhana yang didukung oleh banyak penelitian dalam bidang psikologi dan ilmu saraf.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
