Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 Juli 2026 | 01.58 WIB

Jika Anda Ingin Menemukan Lebih Banyak Tawa, Harapan, dan Kesenangan, Mulailah 7 Kebiasaan Ini Menurut Psikologi

seseorang yang menemukan lebih banyak tawa, harapan dan kesenangan. (Magnific)

 

 
JawaPos.com - Di tengah kesibukan, tekanan pekerjaan, dan berbagai tantangan hidup, banyak orang merasa bahwa kebahagiaan adalah sesuatu yang sulit diraih. Padahal, psikologi modern menunjukkan bahwa kebahagiaan bukan sekadar hasil dari keberuntungan atau pencapaian besar. Sebaliknya, kebahagiaan lebih banyak dibentuk oleh kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari.


Orang yang tampak lebih bahagia bukan berarti hidupnya bebas masalah. Mereka hanya memiliki cara yang berbeda dalam menyikapi kehidupan. Mereka mampu menemukan alasan untuk tersenyum, tetap optimistis ketika menghadapi kesulitan, dan menikmati momen-momen sederhana yang sering diabaikan orang lain.

Dilansir dari Psychology Today (15/7), jika Anda ingin hidup yang dipenuhi lebih banyak tawa, harapan, dan kesenangan, berikut tujuh kebiasaan yang didukung oleh berbagai temuan psikologi.

1. Mulailah Hari dengan Rasa Syukur

Psikolog telah lama menemukan bahwa rasa syukur memiliki dampak besar terhadap kesejahteraan mental. Ketika seseorang melatih dirinya untuk menghargai hal-hal baik dalam hidup, otak secara perlahan menjadi lebih fokus pada pengalaman positif daripada kekurangan atau masalah.

Rasa syukur tidak berarti mengabaikan kesulitan hidup. Sebaliknya, rasa syukur membantu seseorang menyadari bahwa di balik setiap tantangan masih ada hal-hal yang layak disyukuri.

Anda bisa memulai dengan kebiasaan sederhana seperti menuliskan tiga hal yang membuat Anda bersyukur setiap pagi atau sebelum tidur. Misalnya kesehatan, keluarga, secangkir kopi hangat, atau cuaca yang menyenangkan.

Dalam jangka panjang, latihan kecil ini dapat meningkatkan suasana hati dan memperkuat optimisme.

2. Tertawa Lebih Sering, Bahkan pada Hal-Hal Sederhana

Tertawa bukan hanya respons terhadap humor, tetapi juga cara alami tubuh mengurangi stres. Saat tertawa, tubuh melepaskan hormon endorfin yang membantu meningkatkan suasana hati dan mengurangi ketegangan.

Psikologi menunjukkan bahwa orang yang mampu menemukan sisi lucu dalam kehidupan sehari-hari cenderung lebih tangguh menghadapi tekanan.

Anda tidak harus menunggu sesuatu yang luar biasa lucu. Menonton video komedi singkat, berbincang dengan teman yang humoris, atau mengingat kenangan lucu dapat membantu menghadirkan lebih banyak tawa dalam hidup.

Terkadang, senyum kecil sudah cukup untuk mengubah suasana hati sepanjang hari.

3. Bangun Hubungan yang Bermakna

Salah satu prediktor terbesar kebahagiaan menurut banyak penelitian psikologi adalah kualitas hubungan sosial.

Manusia adalah makhluk sosial. Dukungan dari keluarga, pasangan, sahabat, atau rekan kerja memberikan rasa aman dan mengurangi perasaan kesepian.

Hubungan yang sehat tidak diukur dari jumlah teman di media sosial, melainkan dari kedalaman hubungan tersebut.

Luangkan waktu untuk mendengarkan orang lain, menghubungi teman lama, atau sekadar makan bersama keluarga tanpa gangguan ponsel. Interaksi sederhana seperti ini mampu meningkatkan rasa bahagia secara signifikan.

4. Fokus pada Hal yang Bisa Dikendalikan

Banyak stres muncul karena kita menghabiskan energi memikirkan hal-hal yang berada di luar kendali.

Psikologi kognitif mengajarkan bahwa mengalihkan perhatian pada tindakan yang dapat kita lakukan akan membuat pikiran menjadi lebih tenang dan produktif.

Alih-alih terus mengkhawatirkan pendapat orang lain atau situasi yang belum tentu terjadi, tanyakan kepada diri sendiri:

"Apa satu langkah kecil yang bisa saya lakukan hari ini?"

Pertanyaan sederhana tersebut membantu mengembalikan rasa percaya diri dan memberikan harapan bahwa selalu ada jalan untuk maju.

5. Beri Ruang untuk Melakukan Aktivitas yang Anda Nikmati

Banyak orang menunda kebahagiaan dengan berpikir, "Saya akan menikmati hidup nanti setelah semua pekerjaan selesai."

Padahal, pekerjaan tidak akan pernah benar-benar habis.

Psikologi positif menekankan pentingnya melakukan aktivitas yang memberikan perasaan "flow", yaitu kondisi ketika seseorang begitu menikmati aktivitas hingga lupa waktu.

Aktivitas tersebut bisa berupa membaca buku, berkebun, memasak, melukis, bermain musik, berolahraga, atau sekadar berjalan santai di taman.

Meluangkan waktu untuk hobi bukanlah kemewahan, melainkan investasi bagi kesehatan mental.

6. Berlatih Bersikap Baik kepada Diri Sendiri

Sering kali, kita menjadi kritik paling keras bagi diri sendiri.

Ketika melakukan kesalahan, banyak orang langsung menyalahkan diri tanpa henti. Namun psikologi menunjukkan bahwa self-compassion atau belas kasih terhadap diri sendiri justru membantu seseorang bangkit lebih cepat dari kegagalan.

Alih-alih berkata, "Saya gagal karena saya tidak cukup baik," cobalah menggantinya dengan kalimat yang lebih membangun.

Misalnya:

"Saya memang melakukan kesalahan, tetapi saya bisa belajar dan menjadi lebih baik."

Cara berbicara kepada diri sendiri memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan emosional dan rasa percaya diri.

7. Nikmati Momen Saat Ini

Banyak orang kehilangan kebahagiaan karena pikirannya terus berada di masa lalu atau mengkhawatirkan masa depan.

Psikologi mengenal konsep mindfulness, yaitu kemampuan untuk hadir sepenuhnya pada momen saat ini tanpa menghakimi.

Mindfulness dapat dilakukan melalui hal-hal sederhana, seperti menikmati rasa makanan, memperhatikan suara alam, menarik napas perlahan, atau berjalan sambil mengamati lingkungan sekitar.

Semakin sering seseorang hadir pada momen sekarang, semakin besar kemampuannya menemukan kebahagiaan dalam kehidupan sehari-hari.

Kebahagiaan Dibangun dari Kebiasaan Kecil

Tidak ada rumus instan untuk hidup yang selalu dipenuhi tawa dan kegembiraan. Namun, psikologi menunjukkan bahwa kebiasaan sehari-hari memiliki pengaruh yang jauh lebih besar daripada yang sering kita bayangkan.

Rasa syukur membantu kita melihat sisi baik kehidupan. Tertawa mengurangi beban pikiran. Hubungan yang hangat memberikan rasa memiliki. Fokus pada hal yang bisa dikendalikan mengurangi kecemasan. Hobi memberi energi baru. Belas kasih kepada diri sendiri memperkuat ketahanan mental. Sementara itu, mindfulness mengajarkan kita untuk benar-benar menikmati setiap momen.

Perubahan besar sering kali dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Anda tidak harus menerapkan ketujuh kebiasaan sekaligus. Pilih satu yang paling mudah dilakukan hari ini, lalu jadikan sebagai bagian dari rutinitas.

Seiring waktu, kebiasaan-kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu menghadirkan lebih banyak tawa, harapan, dan kesenangan dalam hidup. Kebahagiaan bukanlah tujuan akhir yang menunggu di masa depan, melainkan sesuatu yang dibangun melalui pilihan-pilihan kecil setiap hari.***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore